Surabaya, Pointernews.id | 25 Mei 2025 — Kepadatan lalu lintas mulai tampak sejak Minggu pagi di kawasan Jalan Pahlawan hingga mengular ke Jalan Tembaan, Surabaya. Kondisi ini terjadi akibat adanya pengalihan arus lalu lintas yang diberlakukan sehubungan dengan gelaran akbar Surabaya Vaganza 2025, yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732.
Dalam acara bertema “The Magical of Folktales”, ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan yang dilalui parade. Mulai dari kendaraan bermotor, pengunjung, hingga pedagang makanan dan minuman memadati lokasi sejak pagi hari demi menyaksikan kemeriahan dan kreativitas parade tahunan ini.
Titik start parade dimulai dari Tugu Pahlawan dan berakhir di Balai Pemuda Surabaya, melintasi beberapa ruas jalan ikonik di Kota Pahlawan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Tundjung Iswandaru, menjelaskan bahwa tahun ini terdapat perubahan rute parade dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk tahun ini, parade dan mobil hias tidak melewati Jalan Kramat Gantung, melainkan dialihkan ke Jalan Pahlawan, tepat di sebelah kanan jalan tersebut. Dari situ, para peserta akan melanjutkan perjalanan ke Jalan Tunjungan, melewati Gedung Siola, dan finish di Balai Pemuda Surabaya,” jelas Tundjung.
Dishub Surabaya telah melakukan sejumlah persiapan untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan ini, termasuk pengecekan utilitas udara dan perantingan pohon di sepanjang jalur parade. Tak hanya itu, sejumlah lokasi parkir juga telah disiapkan untuk masyarakat yang ingin menyaksikan acara ini, seperti di Gedung Siola, Pasar Tunjungan, Jalan Embong Malang, Jalan Genteng Kali (depan Mall Pelayanan Publik Siola dan Bank Mandiri), Jalan Ketabang Kali, Kawasan Tugu Pahlawan, Pasar Besar Wetan, Taman Apsari, dan Jalan Praban.
Demi menjamin kenyamanan dan keamanan, sebanyak 300 personel gabungan dari Dishub Surabaya dan Satlantas Polrestabes Surabaya telah dikerahkan. Pembatas/barier juga dipasang di sepanjang rute parade untuk menjaga ketertiban serta memberikan ruang aman bagi penonton dan peserta.
Antusiasme warga Surabaya dan sekitarnya begitu besar, terbukti dengan ramainya jalanan oleh masyarakat dari berbagai usia yang hadir menyaksikan parade. Tidak hanya sebagai penonton, warga juga terlibat aktif sebagai peserta parade yang berasal dari berbagai unsur—perangkat daerah, perusahaan, komunitas, pelajar, mahasiswa, seniman, dan masyarakat umum.
Tahun ini, sekitar 48 tim menampilkan berbagai cerita rakyat dan legenda yang dikemas dalam bentuk mobil hias serta kostum kreatif, seperti Timun Mas, Ande-Ande Lumut, Si Pitung, Malin Kundang, Cinderella, The Three Little Pigs, hingga Jack and The Beanstalk. Setiap tim bebas berkreasi dengan catatan tetap sesuai dengan tema cerita rakyat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, namun juga menjadi ruang edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda. Surabaya Vaganza 2025 menjadi cerminan semangat warga Surabaya yang guyub, kreatif, dan cinta akan warisan budaya bangsa.
Mari terus dukung dan semangati kemeriahan HJKS ke-732 ini, wujudkan Surabaya sebagai kota yang tak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan kebersamaan. Red (satya).