Sidoarjo, Pointernews.id | 11 Juli 2025 — Menyongsong Tahun Ajaran Baru 2025/2026, SMP Negeri 2 Waru langsung “tancap gas” dengan menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Rabu, 9 Juli 2025. Raker ini digelar sebagai langkah awal penyusunan program-program baru dan evaluasi program semester sebelumnya, sekaligus untuk menata ulang strategi penempatan guru sesuai bidang keahliannya.
Rapat yang berlangsung dinamis tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMPN 2 Waru, Ahmad Anwar, S.Pd., M.M., M.Pd., dan dihadiri oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta pengawas sekolah, Muhammad Isya, M.Pd. Kehadiran pengawas sekaligus memperkuat arah pembinaan dan penguatan mutu pendidikan di SMPN 2 Waru.
Dalam paparannya, Kepala Sekolah Ahmad Anwar menekankan bahwa raker ini adalah momentum untuk menetapkan arah pendidikan yang lebih inklusif, strategis, dan berpihak pada potensi peserta didik.
“Kami ingin menjadikan SMPN 2 Waru sebagai lembaga pendidikan pilihan. Fokus kami menggali dan mengembangkan potensi siswa sejak dini,” tegas beliau.
Untuk mendukung hal tersebut, sekolah akan melaksanakan psikotes dan placement test bagi siswa baru kelas VII. Langkah ini diambil untuk mengetahui minat, bakat, dan gaya belajar siswa, sehingga proses pembelajaran bisa lebih terarah dan personal.
“Kami ingin mengenal peserta didik secara utuh sejak awal. Itulah kenapa pendidikan di sini kami desain seholistik mungkin—mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik,” tambahnya.
Dalam arahannya, pengawas sekolah Muhammad Isya, M.Pd., menekankan pentingnya implementasi pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pendekatan ini menciptakan pengalaman belajar yang sadar, bermakna, dan menyenangkan.
Selain itu, beliau juga mendorong sekolah untuk mengintegrasikan materi coding sebagai bagian dari kecakapan abad ke-21, sejalan dengan kebijakan nasional pendidikan berbasis digital dan transformasi teknologi.
“Deep learning bukan sekadar metode, tapi juga mindset dalam mengajak siswa berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif. Coding juga tak kalah pentingnya sebagai bekal literasi masa depan,” ujar pengawas penuh semangat.
Kepala sekolah juga mengungkapkan bahwa indeks prestasi SMPN 2 Waru menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak lulusan diterima di sekolah-sekolah unggulan, baik negeri maupun swasta. Hal ini menjadi motivasi dan amanah besar untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
Untuk itu, pengembangan kompetensi guru menjadi salah satu program prioritas. Guru diminta menjadi garda terdepan pendidikan yang adaptif dan terus belajar.
“Guru harus terus bertumbuh, karena mereka adalah ujung tombak perubahan. Kami akan mendukung sepenuhnya setiap langkah peningkatan kapasitas mereka,” tegas kepala sekolah.
Program pengembangan diri untuk para pendidik dirancang dalam berbagai bentuk: pelatihan rutin, workshop kolaboratif, serta peer teaching untuk saling menguatkan antar guru.
SMPN 2 Waru dikenal sebagai sekolah dengan keragaman latar belakang siswa. Kepala sekolah menegaskan bahwa keberagaman tersebut adalah kekuatan, bukan hambatan, dalam membangun budaya belajar yang sehat dan kolaboratif.
“Kami percaya bahwa perbedaan adalah aset untuk membangun prestasi bersama. Pendidikan di sini berpihak pada semua anak, tanpa membedakan latar belakang,” imbuh beliau.
Rapat kerja ini ditutup dengan semangat optimisme dan komitmen bersama seluruh guru dan staf untuk menjadikan tahun ajaran 2025/2026 sebagai momentum peningkatan kualitas pendidikan di SMPN 2 Waru.
Dengan arah program yang jelas, dukungan pengawas, serta sinergi antar pendidik dan manajemen sekolah, SMPN 2 Waru optimistis dapat terus menorehkan capaian positif dan menginspirasi dunia pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. Red (adm/ynr).