Sidoarjo, Pointernews.id | 12 Agustus 2025 – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang sering kali memburamkan nilai-nilai kemanusiaan, masih ada secercah harapan yang memancar dari kepedulian terhadap sesama. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali membuktikan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui serangkaian program bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pada hari Selasa (12/08/2025), tim BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin oleh Wakil Ketua III, Ach. Saleh, SE., melakukan kunjungan langsung ke tiga institusi pendidikan yang memerlukan perhatian khusus. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya nyata untuk memastikan bahwa dana zakat, infaq, dan sedekah yang dikumpulkan dapat disalurkan tepat sasaran, menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan.
Perjalanan dimulai dari TPQ Griya Ngaji Ar Rayyan yang terletak di Jalan Mangga, Gang Mangga Mandu, Desa Sruni, Gedangan. Lembaga ini menaungi 48 santri yang penuh semangat menuntut ilmu, meski dalam kondisi sarana dan prasarana yang masih terbatas.
“Kami melihat antusiasme luar biasa dari anak-anak di sini. Mereka belajar dengan penuh semangat meski fasilitas masih sangat minim,” ujar Ach. Saleh, SE., dengan mata yang berkaca-kaca menyaksikan perjuangan para santri.
Selanjutnya, tim BAZNAS menyambangi PAUD Aisyiyah di Jalan KH Mukmin 73B, Sidokare. Di sini, mereka menyaksikan langsung semangat luar biasa para guru dalam mendidik anak usia dini, walau infrastruktur sekolah masih membutuhkan banyak perbaikan.
“Kami sangat terinspirasi oleh dedikasi para guru. Dengan segala keterbatasan, mereka tetap memberikan yang terbaik demi masa depan anak-anak kita,” ungkap Ach. Saleh penuh rasa hormat.
Momen paling menyentuh terjadi saat tim tiba di TK ABA 2 yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Jetis II. Di tempat ini, mereka bertemu dengan Ainaya Nuha Zahira, seorang siswi cerdas dan penuh semangat, yang tinggal di Pandean Gang 2 No. 362 RT 2 RW 1, Kelurahan Pekauman. Ainaya menjadi representasi dari ribuan anak Indonesia yang memiliki potensi besar, namun dibayang-bayangi tantangan ekonomi keluarga.
Kepala sekolah TK ABA 2 menyampaikan harapannya:
“Ainaya adalah anak yang cerdas dan rajin. Sayang sekali jika ia harus berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya.”
Kehadiran BAZNAS membawa harapan baru, bukan hanya bagi Ainaya, tapi juga bagi keluarga dan sekolahnya.
Program bantuan pendidikan BAZNAS Sidoarjo bukan sekadar pemberian dana sesaat. Ini adalah bentuk nyata investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Setiap rupiah yang disalurkan oleh masyarakat melalui zakat, infaq, dan sedekah dikelola secara profesional dan transparan, demi memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi perjalanan pendidikan anak-anak kurang mampu. Ini adalah amanah dari masyarakat yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Ach. Saleh, SE.
Kunjungan ini menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS di tengah lembaga pendidikan bukan hanya sebagai penyalur bantuan, tetapi sebagai bagian dari gerakan sosial untuk membangun peradaban. Ketika lembaga pemerintah, institusi zakat, dan masyarakat bersinergi, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih anak-anak Indonesia.
Program ini diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya generasi penerus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial. Karena sejatinya, pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih adil dan beradab.
Dari Sidoarjo untuk Indonesia, BAZNAS terus melangkah dengan amanah, semangat, dan cinta untuk pendidikan yang merata dan bermartabat. Red (el/ynr).