Kabupaten, Pointernews.net | 20 Desember 2025 — Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mematangkan persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan menitikberatkan pada aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan. Berbagai langkah strategis telah disiapkan guna mengantisipasi lonjakan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar sejumlah rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kesiapan menghadapi libur Nataru.
“Yang jelas dan utama, bagi para pengelola wisata untuk cek lagi sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pelayanan di kawasan wisata,” ujar Ardi saat ditemui usai rapat koordinasi di ruang rapat SBK Pemkab Mojokerto, pada hari Kamis (18/12/2025).
Sebagai tindak lanjut, Disbudporapar Kabupaten Mojokerto akan mengeluarkan surat edaran (SE) yang memuat sejumlah poin penting. Di antaranya terkait kebersihan kawasan wisata, ketersediaan tenaga kesehatan, serta sistem pengelolaan sampah di setiap objek wisata.
Selain itu, Ardi juga menekankan aspek keamanan, khususnya pada wahana wisata yang memiliki tingkat risiko tinggi seperti flying fox, rafting, dan kegiatan outbond.
“Kita minta dicek ulang,” tegasnya.
Penebalan personel pengamanan di kawasan wisata juga menjadi perhatian, terutama di lokasi wanawisata dan kolam renang yang diprediksi akan mengalami peningkatan pengunjung selama libur Nataru. Menurut Ardi, setiap pengelola wisata wajib memiliki standar operasional prosedur (SOP) evakuasi yang jelas.
“Termasuk SOP evakuasi juga harus ada. Meski kejadian tidak kita inginkan, tetapi baiknya kita antisipasi sedini mungkin, khususnya di objek yang berada di wilayah rawan bencana sebagaimana pemetaan BPBD,” jelasnya.
Lebih lanjut, para pengusaha dan pengelola wisata diimbau untuk memperhitungkan daya tampung masing-masing objek wisata guna mencegah terjadinya overkapasitas yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serta kemacetan di simpul-simpul jalan.
“Jangan sampai semata-mata motif mendapatkan keuntungan yang besar namun mengabaikan keselamatan. Jangan sampai overkapasitas,” paparnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkab Mojokerto berharap pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Mojokerto. Red (srh).