Mojokerto, Pointernews.net | 16 Januari 2026 — Gerakan Tutup Tambang Ilegal (GTTI) melakukan audiensi dengan Inspektorat Kabupaten Mojokerto. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Mojokerto, Zaki, didampingi Wastutik serta staf Inspektorat. Pertemuan berlangsung kondusif dan terbuka.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi sebelumnya yang digelar di Polres Mojokerto dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda).
Dalam forum tersebut diputuskan bahwa pengaduan yang disampaikan oleh LSM Lingkungan Hidup PSPLM dan GPK-LH akan ditingkatkan proses penanganannya ke Inspektorat Kabupaten Mojokerto.
GTTI yang dipimpin oleh Suliono selaku ketua, bersama Sanat sebagai wakil ketua, menyampaikan permohonan klarifikasi dan penjelasan terkait hasil temuan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Kepala Dusun Mendek, Desa Kutogirang.
Dugaan tersebut berkaitan dengan tindakan membuka dan memberikan izin terhadap aktivitas tambang ilegal (tambang bodong) yang sebelumnya telah ditutup oleh Polres Mojokerto atas permintaan peserta audiensi di Polres.
Dalam audiensi tersebut, GTTI menegaskan komitmennya untuk mengawal penegakan hukum dan perlindungan lingkungan, khususnya terkait aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai merugikan masyarakat dan berpotensi merusak lingkungan.
Audiensi juga menyinggung persoalan SUTET Ngoro, dengan penegasan bahwa setiap tindakan penutupan maupun pembiaran aktivitas harus didasarkan pada aturan dan laporan resmi, bukan keputusan sepihak.

Pihak Inspektorat Kabupaten Mojokerto menyatakan menerima laporan dan aspirasi yang disampaikan serta akan menindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Dengan adanya audiensi ini, GTTI berharap proses pemeriksaan dan penanganan dugaan pelanggaran dapat berjalan secara transparan, objektif, dan sesuai hukum demi terciptanya tata kelola pemerintahan dan lingkungan yang lebih baik. ” TUTUP SAK KAREP MU GAK TUTUP YO SAK KAREPMU PENTING AKU WES LAPORAN .!!! ujarnya. Red (srh).