Sidoarjo, Pointernews.id | 20 Februari 2025 – Acara Ruwah Desa Kalidawir yang diselenggarakan di Pendopo Balai Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, pada hari Rabu, 19 Februari 2025, berlangsung meriah dengan hadirnya berbagai tamu undangan dan warga setempat. Acara tersebut semakin istimewa dengan pertunjukan wayang kulit yang dibawakan oleh dalang ternama, Ki Suparno, yang juga merupakan putra daerah asli Sidoarjo.
Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB hingga selesai, dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Kalidawir, Bapak Maksun, SP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan banyak terimakasih kepada Forkompimcam Tanggulangin beserta jajarannya yang telah hadir menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam Ruwah Desa, rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara Ruwah Desa yang penuh makna ini.
“Ruwah Desa adalah wujud rasa syukur atas segala berkah yang diberikan kepada desa kita. Melalui acara ini, kita juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan terus menjaga tradisi yang sudah ada sejak nenek moyang kita,” ungkap Bapak Maksun.
Pagelaran wayang kulit ini merupakan seni budaya yang harus kita lestarikan, mengenalkan dan menanamkan sejak dini kesenian dan kebudayaan wayang kulit kepada anak cucu kita agar rasa memiliki seni budaya wayang kulit. Harapannya semoga kedepannya masyarakat Desa Kalidawir lebih guyup dan sejahtera bersama membangun Desa Kalidawir yang kita cintai. Tambany.
Acara semakin menarik dengan pertunjukan wayang kulit yang mengangkat lakon “Wahyu Katentreman”, sebuah kisah tentang sebuah negara yang rusak akibat hilangnya senjata pusaka (Kalimosodo). Dalam cerita tersebut, negara yang terpecah dan penuh konflik akan kembali damai apabila pusaka yang hilang tersebut ditemukan. Pertunjukan wayang kulit ini menampilkan ketegangan, perjuangan, dan harapan yang mendalam akan pentingnya menjaga kedamaian dalam suatu negara.
Ki Suparno, sang dalang yang memimpin pagelaran ini, dengan mahir memerankan karakter-karakter dalam cerita tersebut, memberikan sentuhan khusus pada cerita yang begitu sarat dengan nilai moral. Ki Suparno mengungkapkan, “Lakon ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga amanah dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebuah bangsa bisa tentrem apabila saling menjaga, menghormati, dan berusaha menemukan solusi bersama untuk mengatasi masalah yang ada.”
Beberapa tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut antara lain, Camat Tanggulangin, Bapak Sabino Mariano, S.Sos., M.KP, Forkompimcam Tanggulangin beserta jajarannya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RT, RW, serta sejumlah tokoh masyarakat, budayawan dan masyarakat setempat. Mereka memberikan dukungan penuh terhadap acara yang melestarikan budaya lokal ini, serta memberikan semangat bagi generasi muda untuk terus mengenal dan mempelajari wayang kulit sebagai warisan budaya yang sangat berharga.
Ruwah Desa Kalidawir ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya nilai-nilai kebersamaan, keamanahan, dan kerja keras dalam membangun desa yang tentrem. Sejumlah harapan pun disampaikan oleh para tamu undangan, di antaranya untuk selalu menjaga dan memelihara tradisi budaya yang telah ada, serta mengembangkan potensi desa agar semakin maju dan sejahtera.
Acara ditutup dengan doa bersama agar desa Kalidawir senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kedamaian. Warga setempat serta tamu undangan pun tampak puas dan gembira, menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang penuh makna ini.
Dengan adanya acara ini, Ruwah Desa Kalidawir diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dan rasa cinta terhadap budaya lokal di kalangan masyarakat Sidoarjo. Red (Tim).