Sidoarjo, Pointernews.id | 10 Maret 2025 – Pencarian seorang anak yang tercebur ke sungai depan Perumahan Citra Garden Sidoarjo berakhir dengan temuan tragis. Peristiwa ini bermula ketika empat anak warga Perumahan Pondok Jati, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yang hendak berburu biawak di sungai yang terletak di depan Perumahan Citra Garden.
Menurut kronologi kejadian, pada Minggu sore (9/3), pukul 15.00 WIB, keempat anak tersebut berjalan di sekitar tepi sungai. Ketika salah satu anak terpleset di bahu tembok penahan tebing sungai, tiga anak lainnya berusaha menolong dengan harapan tidak terjadi hal serupa. Korban yang terjatuh berusaha meraih sebuah pipa yang terletak di bahu tebing untuk menyelamatkan diri. Namun, pipa tersebut patah dan gagal membantu korban bertahan.
Meskipun aliran sungai saat itu tidak terlalu deras, namun kondisi sekitar cukup membahayakan, sehingga korban tidak bisa bertahan dan hilang dari pandangan. Ketiga teman korban segera mencari bantuan, namun upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.
Kehadiran sejumlah pihak segera terlihat di lokasi. Kepala Desa Pagerwojo, H. Mulyanto, S.H, Kepala Kelurahan Magersari, Nur Cholis, S.Pd, Kepala Desa Jati, M Ilham, perangkat desa pagerwojo, perangkat kelurahan Magersari, perangkat desa Jati, Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, Dinsos atau Tagana, Polresta Sidoarjo, Polsek Buduran, Koramil Buduran, Pramuka BP, PMI Sidoarjo, Saka Bayangkara, Relawan Sar Surabaya, IOF, Galena Rescug, Info Lantas Sidoarjo (ILS), Siaga Kota, Rapj, Gerpik, Orari, SBB Sidoarjo, G.R.B.S, Semar, KT Rescug, Bagana Banser Sidoarjo, LPBI Sidoarjo, Sar Trek, Cahaya Abadi, turut hadir di lokasi untuk memimpin upaya pencarian. BPBD Provinsi Jawa Timur juga turut memasang tenda di depan warung UTI milik Ibu Hj. Sugeng, yang menjadi titik pusat koordinasi.
Pencarian dilakukan sepanjang malam dengan harapan agar korban segera ditemukan. Namun, pencarian baru membuahkan hasil pada hari Senin (10/3), sekitar pukul 12.00 WIB. Korban ditemukan oleh warga Bluru di Sungai Bluru, yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi kejadian.
Kepala Desa Pagerojo, H. Mulyanto, S.H, bersama keluarga korban dan tim relawan menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian. “Alhamdulillah, korban akhirnya ditemukan dengan kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Kami berdoa agar keluarga korban diberikan ketabahan,” ujar H. Mulyanto.
Meskipun kejadian ini sangat tragis, pihak berwenang memberikan apresiasi kepada semua tim yang terlibat dalam pencarian, serta masyarakat yang turut membantu dalam proses evakuasi dan pencarian korban. Proses evakuasi dilanjutkan untuk membawa jenazah korban menuju rumah duka.
Keluarga korban dan masyarakat setempat mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dan semangat yang diberikan selama proses pencarian berlangsung. Pemerintah Desa Pagerwojo juga menyatakan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi warga untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar area sungai.
Proses penyelidikan terhadap insiden ini juga akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada kelalaian yang menyebabkan kejadian tragis ini. Red (ynr).