Sidoarjo, Pointernews.id | 23 Februari 2025 – Pada tanggal (23/02/2025), Desa Gelam, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, mengadakan acara besar bertajuk Ruwah Desa Gelam yang dihadiri oleh berbagai tamu undangan serta masyarakat setempat. Acara ini bertujuan untuk mendoakan arwah para leluhur desa dan sekaligus sebagai bentuk syukur atas hasil bumi yang melimpah. Acara ini berlangsung dengan penuh khidmat dan meriah di lapangan Situs Doro Desa Gelam, Dusun Pegerwojo, RT. 003, RW. 001.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan masyarakat, di antaranya: Kepala Desa Gelam, Bapak Mochamad Muslich, jajaran perangkat desa Gelam, Kepala Desa Sekecamatan Candi, Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Forkopimcam, Ketua RT, RW setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan dari Lesbumi, serta warga desa Gelam dan tamu undangan lainnya.
Kepala Desa Gelam, Bapak Mochamad Muslich dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara Ruwah Desa Gelam yang telah menjadi tradisi di desa mereka. Beliau mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar warga serta mengenang jasa-jasa para leluhur yang telah membangun desa Gelam. “Kami berharap acara ini bisa membawa berkah bagi seluruh warga desa Gelam dan bagi kita semua,” ujar Kepala Desa Gelam.
Beliau juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, kerja sama, dan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Menurut beliau, acara Ruwah Desa merupakan momen penting untuk memupuk nilai solidaritas dan meningkatkan kerukunan di lingkungan desa. tambahnya.
Selama acara, salah satu hiburan yang ditampilkan adalah kesenian Terbang Jidor dari Lesbumi “NURUL QOLBI”. Kesenian ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang hadir, memperkaya suasana spiritual dan budaya desa Gelam.
Acara dilanjutkan dengan Istighosah dan Tahlil yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, di mana doa-doa dipanjatkan untuk para leluhur Desa Gelam agar diberikan tempat yang mulia di sisi-Nya dan agar seluruh warga desa selalu diberi kesehatan serta keselamatan. Ini adalah bagian dari tradisi yang sangat dihormati oleh masyarakat Desa Gelam.
Pada acara puncak, dilaksanakan prosesi Grebek Gunungan Sedekah Bumi, yang merupakan tradisi turun-temurun untuk memohon berkah atas hasil bumi yang melimpah. Gunungan berisi hasil bumi seperti padi, sayuran, dan hasil peternakan dibawa keliling desa, sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan atas hasil yang diterima.
Pagelaran wayang kulit menjadi daya tarik utama dalam acara ini, dengan Ki Dalang Hasan Yulianto yang memerankan cerita-cerita klasik dari Mahabharata. Wayang kulit ini menjadi bagian penting dalam merayakan tradisi dan budaya Jawa yang sarat akan makna.

Acara ini juga menyediakan kegiatan memancing ikan lele dan ikan nila secara gratis untuk warga desa Gelam dan pengunjung umum. Dengan total ikan lele sebanyak 3 kuintal dan 15 ribu ekor ikan nila, acara mancing ini menjadi kegiatan yang sangat dinantikan. Banyak warga yang sangat antusias untuk mengikuti acara ini dan mendapatkan ikan sebagai simbol rezeki yang berlimpah.
Acara ini didukung penuh oleh masyarakat, pemerintah setempat, serta berbagai pihak yang memberikan semangat dan doa agar desa Gelam terus berkembang dan maju. Melalui acara Ruwah Desa Gelam, diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar warga serta menjadi wadah bagi tradisi budaya untuk terus dilestarikan.
Sebagai penutupan, acara ini diakhiri dengan pertunjukan musik elektronik oleh Trisno Pamor, yang semakin menambah meriahnya suasana desa Gelam pada malam hari.
Dengan adanya berbagai kegiatan yang penuh semangat dan doa ini, warga Desa Gelam berharap agar desa mereka senantiasa diberikan kelimpahan, keberkahan, dan keselamatan. Acara Ruwah Desa Gelam pun diakhiri dengan harapan agar masyarakat desa Gelam terus hidup rukun, bahagia, dan berkembang dalam kebersamaan. Red (ynr).