Sidoarjo, Pointernews.id | 26 Februari 2025 – Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, kembali menggelar acara budaya tahunan yang sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat setempat, yakni Ruwah Desa Kepatihan. Acara yang dilaksanakan pada hari Rabu, (26/02/2025), mulai pukul 19.00 WIB – Selesai, ini berlangsung dengan sangat meriah, bertempat di Pendopo balai desa dan dihadiri oleh berbagai tamu undangan serta masyarakat desa Kepatihan, di antaranya: Kepala Desa Kepatihan, Bapak Rigor Putratama, jajaran perangkat desa kepatihan, Forkopimcam, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPD, LPMD, Ketua RT dan RW, sesepuh desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, serta warga setempat yang hadir.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Kepatihan, Bapak Rigor Putratama, yang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintahan desa yang telah bekerja keras sehingga acara Ruwah Desa dapat terselenggara dengan baik. Dalam sambutannya, Bapak Rigor menekankan pentingnya acara ini sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai solidaritas dan gotong royong di masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa acara seperti ini sangat penting untuk menjaga kerukunan dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat serta untuk menghormati leluhur yang telah memperjuangkan desa Kepatihan.
“Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh masyarakat Desa Kepatihan, jajaran pemerintahan desa, dan semua pihak yang telah mendukung acara ini. Melalui acara Ruwah Desa ini, kita bisa lebih memupuk rasa kebersamaan, mempererat hubungan sosial, serta menjaga tradisi dan budaya kita. Mari kita lanjutkan semangat gotong royong ini demi kesejahteraan desa Kepatihan,” ungkap Bapak Rigor.

Acara Ruwah Desa Kepatihan juga diramaikan dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Dalang Purnawan Taruna Aji, yang menyuguhkan lakon Wahyu Makhuta Rama. Lakon ini, yang diangkat dari cerita pewayangan klasik, mengandung banyak nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, seperti kebijaksanaan, keberanian, dan pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan.
Pagelaran wayang kulit ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara ini, dihadiri oleh masyarakat dari berbagai usia yang menikmati setiap adegan yang dimainkan dengan penuh keahlian oleh Ki Dalang Purnawan.
Selain wayang kulit, acara juga dimeriahkan dengan penampilan musik campursari dari grup musik Abyor Budoyo yang berasal dari Dawarblandong, Mojokerto. Musik campursari yang khas ini membuat suasana semakin hangat dan penuh semangat, serta menambah keistimewaan acara budaya yang digelar.
Acara ini juga didukung penuh oleh berbagai elemen masyarakat dan instansi, termasuk BPD (Badan Permusyawaratan Desa), LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa), Ketua RT, Ketua RW, TP PKK (Tim Penggerak PKK), BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), serta masyarakat Desa Kepatihan yang dengan antusias turut berpartisipasi dalam acara ini.
Semangat gotong royong dan kerjasama yang ditunjukkan oleh berbagai pihak ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dalam membangun desa sangat penting untuk mencapai tujuan bersama, yaitu terciptanya desa yang sejahtera, aman, dan harmonis.
Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilaksanakan sosialisasi mengenai Optimalisasi Pajak 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi aktif dalam program pajak desa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pajak untuk pembangunan desa serta memberikan wawasan kepada mereka mengenai mekanisme dan manfaat pajak bagi kemajuan desa Kepatihan.
Acara Ruwah Desa Kepatihan ini berakhir dengan sukses, meninggalkan kesan yang mendalam di hati setiap warga yang hadir. Harapan besar pun disampaikan oleh Kepala Desa Kepatihan, Bapak Rigor Putratama, agar acara semacam ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga kelestarian budaya di desa Kepatihan.
Dengan dukungan yang kuat dari masyarakat, jajaran pemerintahan desa, dan berbagai pihak terkait, Desa Kepatihan berharap bisa terus maju dan berkembang, serta mewujudkan cita-cita bersama dalam membangun desa yang lebih baik. Red (ynr).