Sidoarjo, Pointernews.id | 9 Maret 2025 – Kejadian tragis terjadi di perumahan Pondok Jati, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, saat empat anak-anak warga setempat berencana untuk berburu biawak di sungai yang berada di depan Perumahan Citra Garden. Kejadian bermula ketika keempat anak tersebut mendekati tebing sungai untuk mencari biawak. Saat itu, salah satu dari mereka terpeleset di bahu tembok penahan tebing sungai.
Kronologi kejadian berawal pada sore hari, pukul 15.00 WIB, saat empat anak-anak yang diketahui berusia sekitar 11-12 tahun, memutuskan untuk berburu biawak di kawasan sungai yang terletak dekat dengan perumahan mereka. Namun, tak lama setelah mereka berada di dekat tebing sungai, salah seorang anak bernama Fawwas Juliansyah, (12), asal Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, siswa yang sekolah di MIS MA’ARIF BABATAN JATI, Kabupaten Sidoarjo, yang tinggal di perumahan Pondok Jati Sidoarjo, terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Tiga anak lainnya berusaha menolong, namun mereka khawatir akan terpeleset dan ikut jatuh.
Korban yang jatuh berusaha meraih pipa yang berada di bahu tembok penahan tebing untuk menyelamatkan diri. Namun, usaha tersebut gagal karena pipa yang ia genggam patah, membuatnya semakin terperosok ke dalam air. Meskipun kondisi aliran sungai saat itu tidak terlalu deras, korban tetap tidak dapat selamat dan hilang dari pandangan.
Tiga teman korban yang masih berada di tepi sungai, segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Dalam waktu singkat, petugas dari berbagai instansi dan relawan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Kehadiran sejumlah pihak segera terlihat di lokasi. Kepala Desa Pagerwojo, H. Mulyanto, S.H, Kepala Kelurahan Magersari, Nur Cholis, S.Pd, Kepala Desa Jati, M Ilham, perangkat desa pagerwojo, perangkat kelurahan Magersari, perangkat desa Jati, Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, Dinsos atau Tagana, Polresta Sidoarjo, Polsek Buduran, Koramil Buduran, Pramuka BP, PMI Sidoarjo, Saka Bayangkara, Relawan Sar Surabaya, IOF, Galena Rescug, Info Lantas Sidoarjo (ILS), Siaga Kota, Rapj, Gerpik, Orari, SBB Sidoarjo, G.R.B.S, Semar, KT Rescug, Bagana Banser Sidoarjo, LPBI Sidoarjo, Sar Trek, Cahaya Abadi, turut hadir di lokasi untuk memimpin upaya pencarian. BPBD Provinsi Jawa Timur juga turut memasang tenda di depan warung UTI milik Ibu Hj. Sugeng, yang menjadi titik pusat koordinasi.
Selain itu, tim relawan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sidoarjo, Tagana Kabupaten Sidoarjo, Bagana Kabupaten Sidoarjo, Brigade Penolong, dan Basarnas ikut serta dalam pencarian. Pencarian dipimpin oleh Basarnas Kabupaten Sidoarjo. Hingga malam hari, satu anak masih belum ditemukan, dan pencarian dilanjutkan keesokan harinya.
“Semua tim relawan dan aparat yang terlibat terus bekerja keras untuk menemukan korban. Kami berharap agar korban segera ditemukan dengan selamat,” ujar salah satu tim relawan BPBD Sidoarjo.
Sejak kejadian, masyarakat sekitar memberikan dukungan moral, semangat, dan harapan agar korban segera ditemukan. Pihak keluarga korban dan warga setempat berharap ada keajaiban yang dapat membawa korban kembali dengan selamat.
Pencarian akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan melibatkan lebih banyak personel dan peralatan untuk mempermudah pencarian di sungai yang cukup lebar tersebut.
Warga dan pihak berwenang di Sidoarjo terus mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di tepi-tepi yang rawan terjadinya kecelakaan. Red (ynr).