Kota Mojokerto, Pointernews.id | 1 April 2025 – Pemerintah Kota Mojokerto merayakan malam Idul Fitri 1446 H dengan penuh suka cita melalui acara Gema Takbir, pada hari Sabtu, (30/03/2025), malam hari. Dalam acara tersebut, tampak hadir sejumlah tamu undangan, termasuk Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, beserta jajaran Forkopimda, Komandan Korem 082/CPYJ, Ketua PCNU Kota Mojokerto, Ketua FKUB Kota Mojokerto, Ketua LDII, Ketua Muhammadiyah, serta tokoh agama, masyarakat, dan perwakilan etnis Tionghoa yang berpartisipasi dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan untuk merayakan Idul Fitri bersama masyarakat Kota Mojokerto. “Syukur Alhamdulillah, pada malam hari ini kita diberikan nikmat bisa menyambut kehadiran Idul Fitri yang akan kita rayakan bersama-sama,” kata Ning Ita. Beliau menambahkan bahwa perayaan tahun ini terasa lebih damai dan tenang dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Ning Ita, dalam pelaksanaan Ramadhan dan jelang Idul Fitri tahun 2025, suasana Kota Mojokerto jauh lebih harmonis. “Kami membuat keputusan bersama dengan jajaran Forkopimda bahwa takbir keliling yang menggunakan sound system horeg, istilahnya, tidak boleh lagi dilaksanakan di wilayah Kota Mojokerto,” lanjutnya. “Perayaan Idul Fitri tidak harus dilakukan dengan euforia yang bisa mengganggu ketenteraman dan kedamaian masyarakat lainnya,” tegas Ning Ita.
Mojokerto, yang dikenal dengan kerukunan antar warganya, semakin menunjukkan semangat toleransi yang tinggi. Sebagai bentuk nyata dukungan antar etnis, kelompok etnis Tionghoa di Mojokerto turut berpartisipasi dalam kegiatan Ramadhan dengan membagikan takjil dan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan di GOR Seni Majapahit. “Saya bersyukur serta berterima kasih, selama ini Kota Mojokerto adalah kota yang harmonis, kota yang tingkat toleransinya sangat tinggi seperti yang kita lihat di sepanjang bulan Ramadhan kemarin,” ujar Ning Ita dengan penuh rasa bangga.
Tak hanya itu, acara Gema Takbir juga diwarnai dengan penampilan Hadrah Lesbumi dan tausiah dari Ustadz Azam yang menyemarakkan suasana malam tersebut. Kegiatan ini semakin menguatkan semangat persatuan dan toleransi antar umat beragama di Kota Mojokerto.
Dengan dukungan, semangat, amanah, dan harapan yang tinggi, Pemerintah Kota Mojokerto berharap dapat menjaga kedamaian dan keharmonisan kota ini, serta melanjutkan tradisi perayaan Idul Fitri yang penuh kebersamaan. Semoga Kota Mojokerto selalu diberkahi dengan kedamaian dan keberagaman yang menyatukan seluruh elemen masyarakatnya. Red (srh).