Sidoarjo, Pointernews.id | 28 Mei 2025 – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api pos jaga 55, Buduran, Sidoarjo, pada Rabu siang (28/5/2025) sekitar pukul 12.50 WIB. Seorang pemuda bernama M. Romli (18), warga Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, tewas seketika setelah tertabrak Kereta Api (KA) Sri Tanjung yang melintas dari arah selatan.
Korban yang diketahui sehari-hari berjualan gorengan di timur flyover Buduran itu mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi W 6729 NI. Menurut keterangan saksi mata, Salim (42), warga setempat, korban diduga nekat menerobos palang pintu perlintasan yang sudah dalam posisi tertutup.
“Padahal sirine sudah bunyi kencang dan jelas, pengendara lain juga sudah meneriaki agar berhenti. Tapi entah kenapa dari arah utara, korban tetap menerobos,” ujar Salim dengan nada prihatin.
Nahas, ketika mencoba melintasi rel, tubuh dan motornya dihantam langsung oleh KA Sri Tanjung dan terpental beberapa meter dari titik tabrakan. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya.
Kanit Lantas Polsek Buduran, Iptu Subandi, membenarkan kejadian tersebut. “Benar ada kecelakaan lalu lintas di perlintasan pos 55 Buduran. Seorang pengendara sepeda motor tertabrak kereta api. Saat ini unit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo sudah menangani kasus ini, dan jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit,” jelasnya.
Keluarga korban, yang menerima kabar duka dengan penuh duka mendalam, berusaha tabah atas kehilangan mendadak ini. M. Romli dikenal sebagai sosok muda yang ulet dan tekun membantu ekonomi keluarga dengan berjualan gorengan. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, terutama bagi orang tua dan rekan-rekan sesama pedagang.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kesabaran dan kewaspadaan dalam berkendara, khususnya di area perlintasan kereta api. Petugas dan warga sekitar terus menghimbau agar para pengendara tidak mengambil risiko dengan menerobos palang pintu demi mengejar waktu.
“Lebih baik menunggu beberapa menit daripada mempertaruhkan nyawa sendiri. Perlintasan bukan tempat untuk ambil keputusan nekat,” kata Iptu Subandi.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Dibutuhkan kerja sama antara warga, petugas jaga, dan pengendara untuk saling mengingatkan serta mematuhi aturan keselamatan di jalur perlintasan.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarganya diberi kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Peristiwa ini hendaknya menjadi momentum refleksi akan pentingnya kesabaran di jalan raya, demi mencegah jatuhnya korban jiwa yang sia-sia di masa depan. Red (ynr).