Kediri, Pointernews.id | 14 Juni 2025 – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan resmi menggelar Pameran Temporer Pre-Launching Museum Daerah Kabupaten Kediri. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan wajah baru museum daerah yang tengah dikembangkan sebagai etalase sejarah dan kebudayaan lokal.
Kabupaten Kediri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan sejarah dan budaya yang sangat tinggi. Sebagai wilayah yang telah memainkan peran penting sejak abad ke-9 Masehi, Kediri meninggalkan jejak-jejak peradaban yang masih bisa ditelusuri hingga kini. Potensi ini menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Kediri untuk membangun sebuah museum daerah yang representatif dan edukatif, berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu, kawasan yang juga dikenal sebagai tempat moksa Sri Aji Joyoboyo.
Museum Daerah Kabupaten Kediri diharapkan tak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak sejarah, namun juga menjadi lembaga edukatif yang aktif berinteraksi dengan masyarakat. Konsep museum baru ini mengintegrasikan desain interior tematik, narasi alur cerita sejarah yang mendalam, serta fasilitas pendukung seperti amphitheater dan kawasan Pamuksan Sri Aji Joyoboyo.
Pameran temporer ini berlangsung lokasi museum, dan dibuka secara resmi , Pameran ini menyajikan berbagai materi seperti:
1. Pameran Inti Pre-Launching
Menampilkan alur cerita sejarah, narasi kebudayaan, dan koleksi artefak dari bidang arkeologika (benda cagar budaya) serta etnologika (benda kesenian dan kebudayaan).
2. Pameran Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)
Memperkenalkan potensi Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) termasuk Upacara Ziarah Menang Sri Aji Jayabaya, wastra nusantara, pengetahuan tradisional, permainan rakyat, dan literasi aksara kuna.
3. Bincang Budaya “Perfilman Kediri”
Dilaksanakan Rabu, 18 Juni 2025 pukul 14.00–16.00 WIB, menghadirkan diskusi tentang pemberdayaan komunitas film sebagai bentuk sinergi pelestarian budaya.
4. Bincang Budaya “Ngaji Reco (Kajian Koleksi)”
Digelar Jumat, 20 Juni 2025 pukul 14.00–16.00 WIB, dengan fokus pada kajian arca dan koleksi museum, didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur.
Sebagai penutup, kegiatan pameran akan ditutup pada Sabtu, 21 Juni 2025 dengan penampilan seni budaya lokal “Jaranan Jawa”, salah satu warisan budaya tak benda khas Kediri yang masih hidup dan dijaga masyarakat.
Pameran ini sekaligus menjadi forum terbuka bagi masyarakat, akademisi, budayawan, dan komunitas untuk memberikan saran dan masukan. Semua aspirasi ini akan digunakan sebagai bahan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Museum Daerah Kabupaten Kediri, menuju pembangunan museum yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian, Museum Daerah Kabupaten Kediri diharapkan akan resmi diluncurkan pada akhir tahun 2025 dan menjadi tonggak baru dalam upaya memajukan sejarah dan budaya lokal. Red (srh).