Sidoarjo, Pointernews.id | 20 Juni 2025 — Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti Balai Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, ketika Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menggelar penyaluran bantuan biaya hidup bagi lima belas warga kurang mampu di desa tersebut, pada Kamis (19/06/2025). Di bawah hangatnya sinar matahari pagi, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar penyaluran bantuan finansial—ia menjelma menjadi momen kebangkitan dan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang dalam kerasnya kehidupan.
Kegiatan yang dilangsungkan dengan khidmat di balai desa ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Sumput, Kausar, serta Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, Em Luqman, S.Thl., yang menyampaikan pesan-pesan sarat makna dan spiritualitas. Penyaluran bantuan ini menjadi simbol nyata kekuatan zakat sebagai instrumen sosial dan spiritual yang mampu mengubah kehidupan masyarakat secara perlahan namun pasti.
Sebanyak 15 penerima manfaat dari berbagai RT dan RW di Desa Sumput menerima bantuan biaya hidup dari BAZNAS Sidoarjo. Nama-nama seperti Siti Julaikhah, Rivamah, Kani, Parmi Sri Susanti hingga Tuti Heriani, yang semuanya berdomisili di wilayah RT 002 RW 001, menjadi saksi nyata bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi cahaya yang mampu menerangi jalan kehidupan masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
Kepala Desa Sumput, Kausar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas perhatian dan kontribusi BAZNAS Sidoarjo terhadap warganya.
“Penyaluran bantuan ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menyalakan semangat dan harapan baru bagi masyarakat kami. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS menjadi cahaya yang menerangi jalan kehidupan warga Sumput, memberdayakan mereka untuk bangkit dari keterbatasan,” ujar Kausar dengan mata berkaca-kaca.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan lembaga zakat sebagai kekuatan kolektif dalam memperkuat solidaritas sosial dan menciptakan perubahan nyata.
“Kami percaya, dengan dukungan yang berkelanjutan, warga kami akan semakin mandiri dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan penuh keyakinan dan harapan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, Em Luqman, S.Thl., juga memberikan pernyataan penuh inspirasi tentang makna zakat di tengah masyarakat.
“Cahaya zakat adalah sinar harapan yang menerangi jalan mereka yang membutuhkan. Ini bukan hanya bantuan materi, melainkan sumber kekuatan spiritual dan sosial yang menggerakkan perubahan nyata,” ujar Em Luqman.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Sidoarjo akan terus berkomitmen untuk: Menyalurkan zakat dengan penuh transparansi, Memastikan bantuan tepat sasaran, Mewujudkan dampak berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.
“Melalui zakat, kita tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk pemberdayaan komunitas yang mandiri dan berdaya. Inilah esensi dari cahaya zakat yang kami bawa—sebagai sumber inspirasi dan harapan bagi seluruh warga Sidoarjo,” pungkasnya.
Acara penyaluran bantuan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap lembar uang dan formulir yang terisi, terdapat kisah perjuangan, ketabahan, dan harapan. BAZNAS Sidoarjo menunjukkan bahwa zakat adalah investasi sosial yang mampu memperbaiki kehidupan, membangun semangat, dan menumbuhkan kembali kepercayaan diri masyarakat dalam menghadapi hari esok.
Melalui momen ini, masyarakat Desa Sumput tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga dukungan moral dan spiritual yang memperkuat keyakinan mereka untuk bangkit. Harapannya, penyaluran zakat ini menjadi bagian dari langkah besar menuju pembangunan sosial yang lebih inklusif, adil, dan berkeadaban.
Dengan sinergi antara pemerintah desa dan lembaga zakat, Desa Sumput dan desa-desa lainnya di Sidoarjo diharapkan dapat menjadi lokomotif pemberdayaan umat, di mana zakat bukan hanya simbol religius, tetapi juga kekuatan transformatif bagi kesejahteraan umat manusia. Red (adm/ynr).