Sidoarjo, Pointernews.id | 21 Juni 2025 — Urban farming atau pertanian perkotaan kini semakin mendapatkan tempat sebagai solusi cerdas dalam menghadapi tantangan pangan di wilayah padat penduduk. Kabupaten Sidoarjo, yang merupakan daerah penyangga Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya, menjadi salah satu wilayah yang mendorong praktik ini secara serius. Salah satu bentuk nyata dari urban farming yang dikembangkan adalah tabulampot atau tanaman buah dalam pot.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama stakeholder terkait menggelar pelatihan budidaya tabulampot di tiga titik strategis pada Jumat (20/06/2025), yakni Desa Bungurasih dan Wadungasri Kecamatan Waru, serta Desa Karangpuri Kecamatan Wonoayu. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan, peningkatan gizi keluarga, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.
Dalam kegiatan pelatihan tersebut, hadir sebagai narasumber dua praktisi urban farming dari Balai Riset dan Manajemen Pertanian (BRMP) Jawa Timur, yakni Sri Zunaini Sa’adah, SP dan Hanik Anggraeni Dewi, SP, yang memberikan materi teknis dan motivasi kepada para peserta.
Pelatihan di Kecamatan Waru secara langsung dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, M.S. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti tabulampot ini merupakan solusi konkrit dalam menjawab tantangan pangan urban.
“Tabulampot bukan hanya media tanam, tapi juga media perubahan. Ia bisa menjadi solusi atas keterbatasan lahan, menambah gizi keluarga, meningkatkan penghasilan rumah tangga, dan sebagai sarana edukatif yang inspiratif,” ujar H. Abdillah Nasih penuh semangat.
Ia juga berharap ke depan akan tumbuh kawasan wisata edukasi berbasis tabulampot di Sidoarjo.
“Harapan saya, kegiatan seperti ini akan berkembang menjadi wisata petik buah tabulampot, yang bisa jadi destinasi baru sekaligus pusat edukasi pertanian modern.”
Sementara itu, kegiatan di Desa Karangpuri Wonoayu dihadiri oleh anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Ir. Moch. H. Dhamroni Chuldori, serta perwakilan dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo. Kepala Dinas yang diwakili oleh Kabid Pengembangan Produksi TPHP dan Pengendalian Bencana Pertanian, Ir. Nurwantiningsih, turut menyerahkan bantuan berupa 279 bibit buah yang terdiri atas mangga, alpukat, dan jambu air. Bantuan tersebut juga dilengkapi dengan planter bag berkapasitas 100 liter dan media tanam.
“Sebagian besar bibit akan disalurkan ke warga, namun juga akan disentralisasi di lahan fasilitas umum agar terbentuk kawasan tabulampot yang lebih terintegrasi dan bisa dinikmati bersama,” jelas Ir. Nurwantiningsih.
Pelatihan ini juga membekali peserta dengan pengetahuan menyeluruh tentang cara budidaya tabulampot yang sehat, mulai dari pemilihan benih unggul, penyiapan media tanam, teknik penanaman, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian hama, hingga proses repotting atau penggantian media tanam secara berkala.
Tak dipungkiri, budidaya tabulampot memiliki tantangan seperti keterbatasan lahan, minimnya permodalan, dan hambatan teknis lainnya. Namun, potensi dan kelebihannya jauh lebih besar: berbuah lebih cepat, mudah dirawat, bisa dilakukan siapa saja, mendukung gizi keluarga, menambah penghasilan, memperindah lingkungan, serta fleksibel dipindah tempat.
Gerakan urban farming di Sidoarjo melalui tabulampot ini menjadi harapan baru bagi masyarakat perkotaan. Para kader dan pihak terkait berharap pendampingan terhadap kegiatan ini terus berlanjut agar manfaatnya makin terasa luas.
“Kami siap mendampingi dan mendorong urban farming melalui tabulampot. Ini bukan hanya tentang bertanam, tapi soal menciptakan masyarakat yang mandiri, sehat, dan berdaya,” pungkas Ir. Dhamroni Chuldori. Red (el/ynr).