Sidoarjo, Pointernews.id | 11 Juli 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguatan kapasitas guru, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sidoarjo menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Modul Ajar dan Asesmen dengan fokus pada pembelajaran mendalam (deep learning) yang bermakna dan menyenangkan. Kegiatan berlangsung selama empat hari, dari tanggal 10 hingga 13 Juli 2025, dan diikuti oleh 32 guru MIN 1 Sidoarjo.
Bimtek ini mengusung tema “Deep Learning Pembelajaran Studi Center Merasa Senang”, sejalan dengan visi madrasah dalam mewujudkan “Kurikulum Cinta Pembelajaran” yang berorientasi pada nilai-nilai hablum minaAllah wa hablum minannas—sebuah filosofi pendidikan yang menyeimbangkan hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Drs. Imronsyah, M.Pd., pakar pendidikan yang membedah strategi penyusunan modul ajar serta asesmen berbasis pembelajaran mendalam. Salah satu materi yang menjadi sorotan adalah pentingnya transisi dari model hafalan menuju pengalaman belajar aktif yang berpusat pada siswa, kolaboratif, serta bermuatan nilai.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.EI., menyampaikan urgensi guru madrasah untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Guru harus adaptif dengan AI agar madrasah kita menjadi maju, bermutu, dan mendunia. Penguasaan teknologi harus dibarengi dengan kedalaman spiritual dan nilai moderasi,” tegas beliau.
Penyelenggaraan bimtek ini selaras dengan berbagai kebijakan nasional dan peraturan perundang-undangan, di antaranya: Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Menteri Agama No. 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah. Kebijakan Merdeka Belajar dan Kurikulum Nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program Asta Cita Presiden RI 2024–2029 (Prabowo–Gibran).
Asta Cita Kementerian Agama RI, khususnya: 1. Peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, 2. Penguatan moderasi beragama, 3. Inovasi pendidikan berbasis teknologi dan nilai-nilai keislaman.
Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami, dalam laporan kegiatan menyampaikan harapan besar dari kegiatan ini. Menurutnya, bimtek ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari langkah strategis mewujudkan madrasah yang unggul, inspiratif, dan dikenal secara global.
“Kami ingin menciptakan madrasah yang bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga unggul dalam akhlak, karakter, dan adaptif terhadap zaman. Semoga ini menjadi bagian dari ikhtiar kami menuju prestasi yang mendunia,” ungkap Sri Utami penuh semangat.
Dengan pendekatan deep learning yang menyenangkan, MIN 1 Sidoarjo mengintegrasikan kurikulum berbasis proyek dan studi kontekstual. Materi pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk pencapaian kognitif, tetapi juga untuk membentuk siswa yang berkarakter toleran, inklusif, cinta ilmu, serta cinta kemanusiaan.
Kurikulum juga akan diperkaya dengan implementasi moderasi dari perspektif teologi, menciptakan keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan nilai-nilai agama, sebagai wujud dari pendidikan holistik khas madrasah.
Bimbingan teknis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi guru dalam menjawab tantangan abad ke-21. Dengan mengusung kurikulum cinta pembelajaran, MIN 1 Sidoarjo menegaskan komitmennya terhadap pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan relevan dengan zaman, sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan SDM unggul Indonesia. Red (el/ynr).