Sidoarjo, Pointernews.id | 20 Juli 2025 – Upaya membangun ketangguhan komunitas desa terhadap ancaman bencana kembali ditegaskan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo. Melalui sinergi bersama dunia usaha, program tangguh bencana berbasis masyarakat kali ini difasilitasi lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari pada 14–16 Juli 2025 di Balai Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati. Inisiatif ini memfasilitasi pembentukan Forum Sister Village yang melibatkan lima desa pesisir, yakni Desa Kalanganyar, Gisik Cemandi, Tambak Cemandi, Banjar Kemuning, dan Segorotambak.
Forum ini merupakan rangkaian program penguatan kapasitas kebencanaan berbasis komunitas, yang dirancang melalui kegiatan refreshment materi Sister Village, pelatihan teknis seperti pemadaman api, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), dan simulasi lapangan.
Sebanyak 110 peserta dari unsur relawan siaga bencana lima desa serta perwakilan Kecamatan Sedati turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Seluruh rangkaian pelatihan dan simulasi diawasi langsung oleh tim BPBD Sidoarjo dengan arahan dan pembinaan dari Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, S.Sos., M.KP.
Konsep Sister Village yang diusung bertujuan mendorong solidaritas antar wilayah. Desa dengan kapasitas tangguh diharapkan dapat menjadi penopang bagi desa lain yang lebih rentan saat terjadi situasi darurat. Model ini dinilai sebagai pendekatan adaptif yang relevan terhadap tantangan bencana masa kini, sekaligus membangun jaringan kesiapsiagaan yang saling terhubung secara operasional.
Camat Sedati, Drs. Abu Dardak, S.Sos., M.Si., turut hadir dan membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja.
“Bencana itu tidak bisa ditangani sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” ujar Camat Abu Dardak.
“Konsep Sister Village ini sangat relevan karena menekankan nilai-nilai gotong-royong, saling membantu, dan kebersamaan antar desa. Justru di situlah kekuatan kita dalam membangun ketangguhan bersama,” tambahnya.
Program ini mendapat dukungan penuh dari sektor dunia usaha, khususnya Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui AFT Juanda. Menurut Supervisor HSSE AFT Juanda, Erlangga F. Satrio, Indonesia adalah wilayah dengan potensi bencana tinggi, termasuk Kabupaten Sidoarjo.
“Kami percaya bahwa membangun ketangguhan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan ikhtiar kolektif yang melibatkan masyarakat secara aktif,” ujarnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa Pertamina sebagai BUMN hadir untuk negeri dan memiliki komitmen mendukung upaya penanggulangan bencana secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk sistem dukung lintas desa yang mampu merespons bencana secara cepat dan terkoordinasi. Kami juga ingin mendorong tumbuhnya komunitas yang lebih siap, tangguh, dan berdaya hadapi krisis bencana,” tegasnya.
Kegiatan ini sejalan dengan sejumlah regulasi nasional, antara lain: Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menekankan pentingnya peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam sistem penanggulangan bencana nasional. Peraturan Kepala BNPB No. 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana. Permendagri No. 101 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Bencana.
Kegiatan ini juga menjadi contoh konkret implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-11: “Membangun kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.”
Forum Sister Village bukan hanya pelatihan teknis, tetapi bagian dari misi kemanusiaan yang menanamkan nilai kolaborasi lintas sektor. BPBD Sidoarjo dan Pertamina berharap inisiatif ini dapat menjadi model yang ditiru oleh wilayah lain dalam membangun ketangguhan komunitas menghadapi bencana.
Melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus membangun desa yang siap, tangguh, dan berdaya menghadapi ancaman bencana pesisir seperti banjir rob, cuaca ekstrem, dan abrasi. Red (adm/ynr).