Sidoarjo, Pointernews.id | 24 Juli 2025 – Sebuah kisah transformasi luar biasa tercipta di Desa Klurak, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, rumah milik Kusen (70), seorang pengrajin sayangan yang hidup sebatang kara, mengalami perubahan total dari kondisi sangat memprihatinkan menjadi hunian yang layak, indah, dan penuh harapan.
Transformasi rumah Pak Kusen menjadi kenyataan berkat program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo. Monitoring akhir dari program ini dilakukan pada Rabu, 23 Juli 2025, oleh tim Baznas yang dipimpin oleh Ach. Saleh bersama Ahmad Richi.
Senyum sumringah tak bisa disembunyikan dari wajah Pak Kusen saat menyambut kedatangan tim Baznas di rumah barunya. Rumah yang dulu tampak seperti reruntuhan, dengan dinding bata yang nyaris roboh, kini berdiri kokoh berwarna hijau cerah, lantai keramik yang bersih, ventilasi yang memadai, serta pintu dan jendela yang kokoh—menjadi simbol kehidupan baru baginya. Ia menggenggam erat tangan para petugas Baznas, penuh haru dan syukur.
“Matur suwun atas perhatian dan bantuan semua pihak, saya tidak pernah membayangkan bisa tinggal di rumah seindah ini di usia saya yang sudah tua,” ucap Pak Kusen lirih namun penuh makna.
Transformasi ini bermula dari kunjungan penting pada 17 Juni 2025 lalu. Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar atau yang akrab disapa Gus Jasuk, bersama Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing, S.I.K., M.H., M.Si., dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos., turun langsung meninjau kondisi rumah Pak Kusen.
“Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan dukungan penuh terhadap perbaikan sepuluh rumah tidak layak huni. Ini adalah wujud nyata kepedulian kami bersama Baznas dan Polri untuk mewujudkan visi Sidoarjo yang sejahtera dan bermartabat,” ujar Bupati Subandi saat itu.
Program ini menjadi bukti kuat dari kolaborasi strategis antara Baznas, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dan Polri. Semua pihak bekerja bersama, dari pengumpulan zakat masyarakat hingga pelaksanaan renovasi, dengan penuh tanggung jawab dan semangat melayani.
Kapolresta Sidoarjo juga menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan program ini.
“Semoga cahaya zakat yang kami salurkan lewat program ini dapat membawa manfaat besar, menjadikan hunian yang layak serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Perubahan yang dialami Pak Kusen bukan hanya sekadar perbaikan fisik bangunan. Ini adalah simbol kebangkitan, harapan, dan martabat yang dipulihkan. Dari lantai keramik yang bersih hingga warna hijau yang menyegarkan, semuanya mencerminkan kehidupan yang lebih baik untuk seseorang yang sebelumnya hidup dalam kondisi penuh keterbatasan.
Kini, Pak Kusen yang telah puluhan tahun menggeluti kerajinan tradisional sayangan dapat menjalani hari tuanya dengan damai dan nyaman. Rumah hijau miliknya bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga lambang kasih sayang masyarakat yang disalurkan melalui zakat dan sinergi antar-lembaga.
Keberhasilan rehabilitasi rumah Pak Kusen menjadi inspirasi yang menggugah banyak pihak untuk terus mendukung gerakan zakat yang dikelola dengan amanah dan penuh tanggung jawab. Dari rumah yang dulunya retak dan hampir roboh, kini berdiri sebuah hunian yang bukan hanya layak, tapi juga menyejukkan mata dan hati.
Program RTLH oleh Baznas Sidoarjo diharapkan terus berlanjut, menyentuh lebih banyak kehidupan, dan menjadi contoh kekuatan kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Karena ketika zakat dikelola dengan tepat, bukan hanya bangunan yang berdiri kembali—tetapi juga harapan dan martabat manusia.
Dari retak hingga hijau cerah, rumah Pak Kusen adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dan kepedulian dapat mengubah hidup. Baznas Sidoarjo – Mengelola Zakat dengan Amanah, Membangun Negeri dengan Cinta. Red (el/ynr).