Sidoarjo, Pointernews.id | 1 Agustus 2025 — Dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sidoarjo mengambil langkah progresif melalui penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik. Dengan mengedepankan nilai-nilai keagamaan yang kokoh sejak dini, madrasah ini secara aktif mengimplementasikan kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) secara masif dan terstruktur.
Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami, M.Pd., menyatakan bahwa program BTQ merupakan bagian tak terpisahkan dari visi madrasah untuk membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa, serta memiliki kepribadian Islami yang kuat.
“Anak-anak kita adalah calon pemimpin bangsa. Dengan pondasi agama yang kuat, mereka tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki integritas,” tegas Sri Utami.
Sebagai bagian dari penguatan program, MIN 1 Sidoarjo menjalin kerja sama resmi dengan Lembaga Pengembangan Pembinaan Pendidikan dan Pembelajaran Al-Qur’an (LP4Q). Penandatanganan kerja sama ini dilakukan pada Jumat, 1 Agustus 2025, antara Kepala MIN 1 Sidoarjo dan Ketua Pengurus Wilayah LP4Q, M. Khoiruddin, serta disaksikan langsung oleh Ketua Komite Madrasah, Muchlisin, S.Ag.
Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama antara pihak madrasah, lembaga Al-Qur’an, dan orang tua peserta didik, dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya generasi berkarakter Qur’ani.
“Kami berharap sinergi ini mempererat hubungan antara madrasah, orang tua, dan para ahli pendidikan Al-Qur’an. Ini adalah bentuk ikhtiar bersama untuk membekali anak-anak kita dengan ilmu agama yang mendalam,” ungkap Muchlisin.
Berbeda dari pendekatan konvensional, program BTQ di MIN 1 Sidoarjo mengadopsi metode At-Tartilah bil Qolam yang mengintegrasikan kemampuan membaca, menulis, memahami tajwid, hingga dasar nahwu dan shorof.
Pengajar nahwu shorof yang diundang dalam kerja sama ini, M. Ghozi, menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap Al-Qur’an, tidak hanya dari aspek bacaan.
“Kami ingin para siswa tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami makna dan tata bahasa Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Ini penting untuk membangun pemahaman keislaman yang utuh,” jelasnya.
Program ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 1 hingga kelas 6, dengan pendekatan menyeluruh dan bertahap sesuai usia dan kemampuan masing-masing.
Program BTQ ini bukan hanya membentuk anak-anak yang terampil membaca Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan etos belajar, kedisiplinan, dan akhlak mulia. MIN 1 Sidoarjo ingin memastikan bahwa pendidikan agama tidak menjadi pelengkap semata, melainkan menjadi fondasi utama pembentukan karakter generasi masa depan.
Dengan penguatan ini, MIN 1 Sidoarjo optimis mampu mencetak peserta didik yang unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan spiritualitas, menjadikan mereka Generasi Emas 2045 yang berdaya saing dan bermoral tinggi.
Semangat ini disambut positif oleh berbagai kalangan. Orang tua, komite madrasah, dan komunitas pendidikan menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini. Mereka menganggapnya sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk masa depan bangsa.
“Kami mendukung penuh program BTQ ini. Semoga anak-anak kami tumbuh menjadi insan yang cerdas dan saleh, serta membawa manfaat bagi masyarakat dan negara,” ungkap salah satu wali murid, Hj. Nur Laili.
Dalam setiap prosesnya, MIN 1 Sidoarjo terus mengingatkan peserta didik akan amanah besar yang mereka emban sebagai generasi penerus bangsa. Mereka diarahkan agar selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap ilmu dan agama.
“Ini adalah amanah. Anak-anak kita bukan hanya murid, tapi calon pemimpin, calon guru, calon ulama, calon ilmuwan yang membawa cahaya Al-Qur’an dalam kehidupannya,” pungkas Sri Utami dengan penuh haru.
MIN 1 Sidoarjo membuktikan bahwa langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045 dapat dimulai dari bangku madrasah. Dengan mengintegrasikan pendidikan karakter, spiritual, dan akademik, madrasah ini turut mengambil peran strategis dalam pembangunan peradaban bangsa.
Mari kita dukung dan doakan, semoga program BTQ ini terus berkembang dan menjadi contoh inspiratif bagi madrasah lain di seluruh Indonesia.
“Bersama Al-Qur’an, kita ciptakan generasi pemimpin masa depan yang berilmu, berakhlak, dan bertakwa.”Red (el/ynr).