Sidoarjo, Pointernews.id | 13 Agustus 2025 – Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menerima kunjungan Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka verifikasi lapangan Penilaian Adipura Tahun 2025.
Salah satu titik pantau yang menjadi pusat perhatian dalam kunjungan ini adalah Kampung Edukasi Sampah yang terletak di Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Kawasan ini dinilai sebagai model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang tidak hanya efektif, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan.
Tim penilai melakukan pendalaman menyeluruh terhadap sistem manajemen Bank Sampah, pemilahan sampah dari rumah tangga, hingga pemanfaatan energi terbarukan. Mereka memberikan apresiasi tinggi atas penataan lingkungan, kerapian kawasan, dan kepedulian warga dalam menjaga kebersihan serta mengelola sampah dari sumbernya.
“Kampung Edukasi Sampah telah menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan bisa dikelola dengan baik, bahkan memberi dampak ekonomi dan sosial langsung bagi warganya,” ungkap salah satu anggota tim penilai.
Kampung Edukasi Sampah di Sekardangan telah mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan terintegrasi yang mencakup: Pemilahan sampah rumah tangga secara konsisten;, Pengolahan sampah organik menjadi kompos;, Daur ulang kreatif untuk sampah anorganik;, Manajemen Bank Sampah yang berkelanjutan, terbuka, dan partisipatif;, Pengolahan air limbah rumah tangga melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL);, Pemanfaatan air hujan dan energi surya untuk mendukung kegiatan operasional lingkungan.
Bank Sampah setempat menjadi pusat ekonomi sirkular yang melibatkan warga dari berbagai usia. Setiap minggu, warga menabung sampah terpilah yang kemudian ditimbang dan dicatat. Nilai ekonominya digunakan untuk pembayaran iuran RT atau sebagai tabungan yang bisa dicairkan. Pendekatan ini terbukti mampu mengurangi beban sampah ke TPA dan memberi insentif nyata bagi masyarakat.
Andi Hariyadi, Ketua RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya Kampung Edukasi Sampah sebagai titik verifikasi.
“Ini adalah bukti bahwa kerja sama warga dalam menjaga lingkungan membuahkan hasil. Kami bangga bisa menjadi contoh, bukan hanya untuk Sidoarjo, tetapi juga untuk daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Hariyanto, kader lingkungan setempat, menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan dalam perubahan perilaku masyarakat.
“Kampung Edukasi Sampah bukan hanya soal mengelola sampah, tetapi bagaimana mengubah pola pikir dan perilaku. Warga kini lebih sadar memilah dan memanfaatkan kembali sampah,” jelasnya.
Senada dengan itu, Retno Mulyo, salah satu pengurus Bank Sampah, menyoroti manfaat ekonomi yang dirasakan warga.
“Selain lingkungan yang bersih, warga juga mendapatkan manfaat finansial dari tabungan sampah. Ini membuat masyarakat semakin semangat untuk konsisten,” ujarnya.
Sebagai penghargaan bergengsi dari pemerintah pusat, Adipura menjadi tolok ukur keberhasilan daerah dalam mengelola kebersihan dan lingkungan perkotaan. Penilaiannya mencakup: Pengelolaan sampah;, Kebersihan fasilitas publik;, Penghijauan dan tata ruang hijau;, Edukasi dan partisipasi masyarakat.
Kabupaten Sidoarjo, melalui dukungan penuh dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat, terus menunjukkan langkah nyata menuju pencapaian target nasional pengelolaan sampah 2025: Mengurangi 30% timbulan sampah, Menangani 70% sisanya secara layak dan ramah lingkungan.
Kegiatan verifikasi ini bukan hanya proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan penyemangat bagi seluruh elemen di Sidoarjo untuk terus berinovasi dan berkomitmen menjaga lingkungan.
“Kami berharap dengan konsistensi dan inovasi yang terus dikembangkan, Sidoarjo mampu mempertahankan – bahkan meningkatkan – pencapaian Adipura tahun ini. Lebih dari sekadar penghargaan, ini adalah amanah untuk mewujudkan Sidoarjo sebagai kabupaten yang bersih, sehat, lestari, dan menjadi teladan nasional,” ungkap perwakilan dari DLHK Sidoarjo.
Dengan semangat gotong royong, edukasi lingkungan yang berkelanjutan, dan keberhasilan penerapan ekonomi sirkular di masyarakat, Kampung Edukasi Sampah Sekardangan menjadi simbol perubahan nyata dari bawah.
Sidoarjo membuktikan bahwa komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar wacana, melainkan aksi bersama untuk masa depan generasi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Adipura 2025, bukan hanya tentang penghargaan—tetapi tentang tanggung jawab.
Sidoarjo siap menjadi inspirasi dan pelopor perubahan! Red (adm/ynr).