Sidoarjo, Pointernews.id | 16 Agustus 2025 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya secara resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Prioritas bertajuk Gerakan 1.000 Digital Marketing untuk Usaha Ultra Mikro (UMi) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peresmian program berlangsung di Gedung Research Center ITS dan menjadi tonggak penting upaya ITS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui transformasi digital.
Peluncuran program ini juga menandai dimulainya kegiatan pendampingan intensif oleh para mahasiswa ITS terhadap para pelaku usaha di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, yang berlangsung selama satu bulan penuh.
Kepala Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS, Dr. Sutikno, M.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa UMKM dan UMi memiliki peran penting dalam struktur ekonomi nasional. Namun, di era digital saat ini, banyak pelaku usaha masih menghadapi tantangan akses teknologi dan strategi pemasaran modern.
“Di era serba digital, pelaku usaha perlu didorong untuk memanfaatkan media sosial dan platform daring agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Program ini juga bentuk dukungan ITS untuk turut menurunkan angka kemiskinan di Indonesia,” terang Dr. Sutikno.
Kegiatan KKN Abmas ini tak hanya menyasar aspek pemasaran digital, namun juga membantu pelaku usaha mengurus legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikat halal, demi meningkatkan kredibilitas produk serta memperkuat daya saing di pasar domestik dan global.
Sebagai bagian dari pendekatan berbasis lapangan, setiap mahasiswa ITS yang terlibat dalam KKN Abmas akan mendampingi pelaku usaha secara langsung di lokasi. Hal ini diinisiasi untuk memastikan bahwa solusi yang ditawarkan benar-benar menyentuh permasalahan nyata yang dialami pelaku UMKM dan UMi.
“Kami ingin mahasiswa hadir langsung, berdialog dengan pelaku usaha, dan memberikan kontribusi nyata. Ini juga bagian dari amanah ITS dalam mengabdi untuk negeri,” lanjut Sutikno.

Dalam peresmian program tersebut, hadir perwakilan dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Timur, Andrio Himawan Wahyu Aji, SH., MH., yang menyampaikan apresiasinya terhadap ITS.
“Kami sangat mengapresiasi langkah ITS yang turut berperan dalam pemberdayaan pelaku UMKM dan UMi. Ini bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” ujar Andrio.
Lebih lanjut, Andrio berharap kolaborasi ini dapat menjadi model sinergi yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah daerah.
“Kegiatan ini sangat penting agar pelaku UMKM lebih adaptif terhadap tantangan digitalisasi. Sinergi seperti ini akan memperkuat daya saing ekonomi lokal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Program ini sejalan dengan berbagai regulasi nasional dan global terkait penguatan ekonomi kerakyatan, antara lain:
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Pasal 5: Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberdayakan UMKM melalui pendampingan, pembiayaan, dan akses pemasaran. Pasal 16-17: Pelatihan dan penyuluhan merupakan tanggung jawab negara untuk meningkatkan kemampuan usaha mikro dan kecil.
- Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2023. Tentang Percepatan Transformasi Digital dan Ekonomi Digital Nasional, termasuk pemberdayaan UMKM berbasis teknologi.
- SDGs (Sustainable Development Goals), Poin 1: Menghapus kemiskinan dalam segala bentuk. Poin 8: Mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, lapangan kerja produktif, dan pekerjaan layak.
Melalui inisiatif ini, ITS kembali membuktikan bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi.
“Kami di ITS meyakini bahwa membangun negeri tidak selalu harus dari pusat kekuasaan, tapi bisa dimulai dari pendampingan usaha kecil di sudut kota dan desa. Itulah semangat pengabdian yang menjadi ruh KKN Abmas ini,” ujar salah satu dosen pembimbing.
Melalui program KKN Abmas Prioritas ini, ITS tidak hanya memberikan solusi berbasis teknologi, namun juga menghadirkan harapan bagi para pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan berkembang bersama zaman.
“Semoga sinergi ITS, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal ini menjadi bagian dari ikhtiar besar membangun ekonomi bangsa. Karena dari UMKM dan UMi yang kuat, Indonesia bisa lebih berdaulat dan sejahtera,” tutup Dr. Sutikno.
Dorong UMKM Go Digital, ITS Hadirkan Solusi Nyata bagi Ekonomi Kerakyatan. Red (el/ynr).