Sidoarjo, Pointernews.id | 17 Agustus 2025 – Dalam suasana penuh semangat kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia secara khidmat di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, Minggu (17/08). Meskipun biasanya digelar di Alun-alun Sidoarjo, tahun ini lokasi upacara dipindahkan karena tengah menjalani renovasi. Namun, perubahan tempat tak mengurangi khidmat dan makna dari peringatan sakral ini.
Dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., upacara tersebut tak sekadar menjadi seremoni tahunan, namun juga menjadi wujud nyata pemberdayaan sosial, inklusi, dan amanah konstitusional bahwa kemerdekaan adalah hak seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.
Usai upacara, suasana penuh keharuan terjadi ketika sebanyak 18 orang mantan narapidana kasus terorisme (napiter) menerima bantuan sosial berupa uang tunai dari Baznas Kabupaten Sidoarjo secara simbolis. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Subandi sebagai bentuk dukungan dan dorongan nyata agar para mantan napiter bisa reintegrasi sosial secara layak dan memulai kehidupan baru yang produktif dan damai.
Selain itu, tiga narapidana lainnya menerima surat remisi khusus kemerdekaan, sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik selama menjalani masa hukuman, sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, merujuk pada Pasal 14 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, yang memberikan hak remisi bagi narapidana yang menunjukkan perubahan perilaku secara positif.
“Arti merdeka adalah berkedaulatan masyarakat. Kita harus berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan masyarakat untuk merasakan suatu kemerdekaan yang sesungguhnya, tanpa ada rasa dibeda-bedakan,” ujar Bupati Sidoarjo dalam sambutannya.
Pemberian bantuan ini juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan, serta Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme, yang mengedepankan pendekatan humanis dan inklusif terhadap mantan pelaku.
Upacara juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo, termasuk Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana yang hadir didampingi suami. Prosesi berjalan dengan tertib dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Suasana upacara menjadi lebih meriah pasca kegiatan bendera, ketika panggung hiburan menampilkan penyanyi cilik serta pertunjukan drumband dari SMK Hangtuah Sidoarjo. Penampilan tersebut disambut antusias warga yang turut hadir, menciptakan suasana kebangsaan yang inklusif dan membahagiakan.
“Kita sebagai pimpinan daerah dan jajaran lainnya terus menjalankan roda pembangunan yang ada di Kabupaten Sidoarjo ini. Namun tentu, partisipasi anak muda untuk ikut membangun dan menjaga Kabupaten Sidoarjo juga sangat kita harapkan,” tegas Bupati Subandi.
Pemkab Sidoarjo menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tak hanya dimaknai sebagai kebebasan simbolik, namun sebagai komitmen konstitusional bahwa setiap warga, termasuk mantan napiter, memiliki hak yang sama untuk hidup, tumbuh, dan berkembang di tengah masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 28D ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.
Kebijakan inklusi sosial dan pemberdayaan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa Sidoarjo tak hanya mengedepankan aspek seremonial kemerdekaan, tetapi juga menghidupkan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam konteks kekinian yang relevan dan solutif.
Momen HUT ke-80 Republik Indonesia ini menjadi simbol penting bahwa semangat gotong-royong, inklusi, dan pemberdayaan adalah fondasi bagi Sidoarjo yang lebih maju, aman, dan bermartabat.
Semoga langkah konkret yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun bangsa yang lebih adil, inklusif, dan berperikemanusiaan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Merdeka! Red (sgn/ynr).