Mojokerto, Pointernews.id | 20 Agustus 2025 — Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur yang amanah dan berpihak pada kepentingan rakyat. Salah satu proyek strategis yang saat ini tengah berjalan adalah pembangunan Jembatan Talunbrak, yang terletak di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Hingga pertengahan Agustus 2025, progres pembangunan telah mencapai 83 persen, sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menyampaikan bahwa saat ini proyek telah memasuki tahap pemasangan rangka baja, setelah pekerjaan pondasi selesai lebih dahulu.
“Pengerjaan sudah masuk ke tahap pemasangan rangka baja. Progresnya sudah 83 persen dan sejauh ini sesuai dengan jadwal yang ditetapkan kontraktor,” ujar Rinaldi, pada Selasa (19/08/2025).
Proyek ini dikerjakan oleh CV Sekar Arum sejak 26 Februari 2025, dengan total anggaran sebesar Rp 13,5 miliar. Jembatan yang sebelumnya hanya selebar 2 meter, kini dilebarkan menjadi 7 meter, dengan panjang bentang 60 meter, sehingga dapat menunjang mobilitas warga secara lebih maksimal.
Jembatan Talunbrak menjadi akses vital yang sangat dinantikan masyarakat. Kehadirannya akan menghubungkan Dusun Talun, Desa Talunblandong dengan Dusun Karangpilang, Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Tak hanya mempermudah mobilitas warga, jembatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan perputaran roda perekonomian, akses pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat di kedua wilayah.
Sebelumnya, pada tahun 2021, jembatan lama yang melintang di Kali Lamong rusak parah akibat diterjang derasnya arus banjir. Sejak saat itu, warga dari kedua arah hanya bisa mengandalkan jembatan darurat yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk sementara.
Rinaldi Rizal Sabirin menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini berjalan sesuai perencanaan. Tidak hanya dari segi teknis, tetapi juga administrasi dan pemantauan lapangan secara berkala agar kualitas dan ketepatan waktu pelaksanaan tetap terjaga.
“Secara umum pekerjaan berjalan sesuai rencana. Ini menunjukkan keseriusan dan amanah yang kami emban untuk masyarakat. Kami pastikan bahwa proyek ini benar-benar bermanfaat dan berstandar tinggi,” imbuhnya.
Jembatan Talunbrak nantinya hanya akan dilalui oleh kendaraan kelas III, sesuai dengan standar jalan kabupaten yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga ketahanan jembatan dalam jangka panjang, serta memastikan keselamatan pengguna jalan.
“Setelah jembatan jadi, kendaraan yang boleh melintas adalah kendaraan dengan klasifikasi kelas III. Ini sesuai standar jalan kabupaten dan akan terus kami awasi penggunaannya agar tetap aman dan berkelanjutan,” tambahnya.
Masyarakat menyambut baik progres pembangunan ini. Banyak warga yang mengungkapkan harapan agar dengan adanya jembatan permanen ini, mereka tak lagi kesulitan menyeberangi Kali Lamong, terutama saat musim hujan datang.
“Alhamdulillah, akhirnya jembatan ini dibangun lagi. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Semoga cepat selesai dan kuat. Soalnya kalau hujan, kami benar-benar was-was pakai jembatan darurat,” ujar Sutini, warga Dusun Talun.
Dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa juga terus mengalir, sebagai wujud sinergi dalam pembangunan. Harapan besar disematkan agar proyek ini dapat menjadi simbol kemajuan infrastruktur daerah yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan ini nantinya, serta mendoakan agar proyek dapat selesai tepat waktu dan tanpa kendala berarti.
Proyek Jembatan Talunbrak adalah wujud nyata dari amanah yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dengan progres yang mencapai 83 persen, harapan akan hadirnya jembatan kokoh dan aman kini semakin dekat. Semangat membangun Mojokerto terus berkobar, demi masa depan yang lebih baik untuk semua. Red.