Mojokerto, Pointernews.net | 15 Februari 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat terus berjalan dan mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk jajaran yayasan dan unsur Muspika Mojosari, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Dukungan tersebut tampak dalam kegiatan peluncuran dan doa bersama yang digelar di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wahyu Mojosari. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Pekukuhan, unsur Muspika, serta 50 anak yatim yang diundang untuk menerima santunan dan makan bersama sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap program nasional tersebut.
Yayasan Santtana Andalan Nglonggongan yang memiliki makna tersendiri turut menyatakan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan program. Santoso, suami dari pengusaha SPPG Pekukuhan, menyampaikan bahwa kehadiran yayasan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menyukseskan program pemerintah.
Kepala Yayasan sekaligus Kepala SPPG Wahyu Mojosari, Muhamad Santoso, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.
“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami di SPPG Wahyu siap mendukung penuh pelaksanaan program ini agar berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran,” ungkap Muhamad Santoso, Februari 2026.
Hal senada disampaikan oleh Ahli Gizi Nuria Amalea yang menekankan bahwa aspek kualitas gizi dan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami memastikan setiap makanan yang disiapkan memenuhi standar gizi yang telah ditentukan serta memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan. Program ini bukan hanya memberi makan, tetapi juga membangun generasi yang sehat dan kuat,” jelas Nuria Amalea.
Secara nasional, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sebagai hasil efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan bentuk pemborosan. Program tersebut ditargetkan menjangkau 60,2 juta penerima manfaat serta mampu menyerap hingga 1 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Untuk mendukung operasional program, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencairkan anggaran sebesar Rp 32,1 triliun pada awal tahun 2026. Selain itu, pemerintah juga memperkuat keberadaan ribuan SPPG di berbagai daerah guna memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Meski dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah tantangan di lapangan, seperti kendala logistik dan beberapa kasus keracunan akibat kelalaian pengawasan, pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan, khususnya dalam hal keamanan pangan, pengawasan distribusi, serta efisiensi rantai pasok.
Dengan dukungan dari yayasan, pengawasan ahli gizi berpengalaman, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan siap menghadapi masa depan. Red (srh).