Sidoarjo, Pointernews.net | 31 Mei 2026 – Kader-kader PDI Perjuangan tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) di berbagai kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi tanam bibit pohon sukun secara serentak di wilayah masing-masing, Minggu (31/5/2026). Gerakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Lahir Pancasila 1 Juni sekaligus peringatan Bulan Bung Karno yang diperingati sepanjang Juni 2026.
Kegiatan penanaman pohon sukun dilaksanakan oleh seluruh pengurus PAC PDI Perjuangan di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo yang juga Anggota DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, menjelaskan bahwa pemilihan pohon sukun memiliki makna yang sangat dalam, baik dari sisi ketahanan pangan maupun nilai sejarah perjuangan bangsa.
“Kenapa kami pilih sukun? Karena ini jenis pohon kehidupan. Seluruh bagian pohon mulai dari buah hingga bunga, termasuk kayu pohon dan getahnya, semuanya memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat,” ujar Hari Yulianto.
Menurutnya, buah sukun memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang dapat menjadi alternatif sumber pangan masyarakat. Selain itu, sukun juga kaya serat dan kalium yang baik untuk menjaga kesehatan jantung, namun rendah kandungan lemak.
“Buah sukun bisa menjadi alternatif pengganti makanan pokok. Bahkan bunganya atau onthel, jika dibakar, dapat dimanfaatkan sebagai alternatif obat anti nyamuk. Ini menunjukkan betapa kayanya negeri kita dengan tanaman yang memiliki banyak manfaat,” jelasnya.
Hari Yulianto menambahkan, gerakan menanam bibit sukun juga menjadi sarana untuk mengingatkan kembali masyarakat terhadap nilai-nilai dasar negara Pancasila.
“Ingat sukun, ingat Pancasila. Ada alasan historis mengapa kami memilih pohon sukun. Dalam sejarahnya, Bung Karno kerap merenung di bawah pohon sukun saat menjalani masa pembuangan oleh pemerintah kolonial Belanda di Ende, Flores, pada tahun 1934 hingga 1938,” ungkapnya.
Dari perenungan tersebut, lanjut Hari, Bung Karno menggali dan merumuskan dasar-dasar negara Indonesia yang kemudian disampaikan dalam pidato bersejarah di sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.
“Dasar-dasar negara yang kemudian oleh Bung Karno dinamakan Pancasila itulah yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara hingga hari ini. Karena itu, gerakan menanam bibit sukun ini memang ditujukan untuk menyambut Hari Lahir Pancasila yang akan tiba beberapa hari lagi sekaligus menghidupkan semangat Bulan Bung Karno,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, Pavi Raharjo, menjelaskan bahwa penanaman bibit sukun telah dilakukan secara bertahap oleh seluruh PAC di 18 kecamatan selama dua pekan terakhir.
Bibit sukun dengan tinggi sekitar lutut orang dewasa tersebut sebelumnya telah diserahkan kepada masing-masing PAC saat pelantikan pengurus PAC se-Kabupaten Sidoarjo yang digelar pada pertengahan Mei 2026.
“Seluruh PAC mendapatkan bibit sukun untuk ditanam dan dirawat di wilayah masing-masing. Harapannya, pohon-pohon ini akan tumbuh besar, memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi simbol semangat gotong royong, penghijauan, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila,” terang Pavi Raharjo.
Pihaknya berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, ketahanan pangan, dan pelestarian nilai-nilai kebangsaan.
Melalui aksi tanam pohon sukun ini, kader-kader PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam menjaga alam, memperkuat semangat gotong royong, serta meneruskan amanah perjuangan Bung Karno untuk membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat menanam hari ini diharapkan menjadi investasi bagi generasi mendatang. Sebab, sebagaimana filosofi pohon sukun yang memberikan manfaat dari akar hingga buahnya, kader PDI Perjuangan juga diharapkan terus hadir dan memberi manfaat bagi rakyat, bangsa, dan negara.
“Menanam Sukun, Menanam Harapan. Menjaga Alam, Merawat Pancasila.” Red (bbm/ynr).