Kediri, Pointernews.net | 16 Juni 2026 – Sebanyak 126 siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School secara resmi dilepas oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam acara yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Senin (15/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito menyampaikan rasa bangga atas capaian luar biasa yang ditorehkan para siswa angkatan pertama sekolah berasrama gratis tersebut. Menurutnya, para siswa telah berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik.
“Boarding School ini merupakan sekolah berasrama yang disediakan secara gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Angkatan pertama ini telah membuktikan bahwa sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, kini menjadi mungkin,” ungkap Mas Dhito.
Keberhasilan itu terlihat dari peningkatan capaian akademik yang sangat signifikan. Dalam kurun waktu tiga tahun pembinaan, SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School mampu meningkatkan persentase kelulusan siswa ke perguruan tinggi negeri secara drastis.
Sebelumnya, capaian passing grade siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri hanya berkisar 32 persen. Namun pada angkatan pertama ini, angka tersebut melonjak hingga mencapai 73,21 persen.
“Passing gradenya bisa di atas 70 persen untuk angkatan pertama. Alhamdulillah, prosentase ini menjadikan lulusan Boarding School sebagai salah satu yang terbaik di Kabupaten Kediri, bahkan mampu mengungguli beberapa kota dan kabupaten lain,” jelasnya.
Dari total 126 siswa, sebanyak 56 siswa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hasilnya, 41 siswa atau 73,21 persen dinyatakan lolos. Selain itu, terdapat 10 siswa yang berhasil diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Secara keseluruhan, sebanyak 101 siswa berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.
Mas Dhito menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dari keluarga Desil 1 memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi. Para siswa Boarding School berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana, di mana sebagian besar orang tua mereka bekerja sebagai buruh tani, pedagang kecil, maupun buruh serabutan.
“Ini membuktikan bahwa mereka yang berada di Desil 1 memiliki hak yang sama. Saat pertama masuk, banyak yang bahkan tidak memiliki mimpi untuk melanjutkan kuliah. Namun setelah ditempa selama tiga tahun, hari ini mereka membuktikan bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mas Dhito menegaskan komitmennya agar Boarding School tetap menjadi program pendidikan yang berpihak kepada masyarakat kurang mampu.
“Sekolah ini tidak boleh menjadi sekolah komersial. Boarding School harus tetap dikhususkan untuk anak-anak Desil 1 agar mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Kisah Inspiratif: Dari Mimpi yang Mustahil Menuju ITB
Salah satu kisah yang menjadi perhatian dalam pelepasan tersebut datang dari Aditya Wahyu Pratama.
Saat sebagian teman-temannya telah lebih dahulu dinyatakan diterima di perguruan tinggi, Aditya masih berjuang mengejar kampus impiannya. Berkat kerja keras, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah, dirinya akhirnya berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung pada Fakultas Teknik Industri (FTI).
“Awalnya saya merasa masih kurang. Tetapi saya terus mengejar impian saya walaupun terasa mustahil bagi saya. Saya percaya bahwa selama kita mau berusaha dan tidak menyerah, kesempatan itu akan datang,” tutur Aditya.
Keberhasilan Aditya menjadi simbol bahwa mimpi besar tidak mengenal batas ekonomi. Dengan tekad kuat, dukungan pendidikan yang tepat, serta lingkungan yang mendukung, anak-anak dari keluarga sederhana pun mampu bersaing dan meraih kursi di perguruan tinggi terbaik Indonesia.
Pelepasan angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan menjadi tonggak sejarah bahwa pendidikan mampu memutus rantai kemiskinan dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Kepada seluruh lulusan, amanah besar kini berada di pundak mereka. Kesempatan yang telah diperjuangkan dengan kerja keras hendaknya dijaga dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat belajar yang tidak pernah padam.
Keberhasilan hari ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Jadilah generasi yang rendah hati ketika berhasil, kuat ketika menghadapi tantangan, serta mampu membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Semoga para lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School terus mengukir prestasi di perguruan tinggi masing-masing, meraih cita-cita setinggi mungkin, serta menjadi kebanggaan Kabupaten Kediri. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas dan membuktikan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih selama ada kemauan, disiplin, doa, dan kerja keras.
“Teruslah melangkah, karena pendidikan adalah jalan untuk mengubah kehidupan. Hari ini kalian telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Jadikan keberhasilan ini sebagai awal untuk mengangkat derajat keluarga, membangun daerah, dan memberikan manfaat bagi sesama.” Red (suhendro).