Mojokerto, Pointernews.net | 17 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Satu Suro 2026, Seni Pencak Silat & Bantengan Suronogo menggelar kegiatan santunan anak yatim piatu, kaum dhuafa, janda, serta doa bersama yang berlangsung khidmat pada Rabu Kliwon, 17 Juni 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Bunda Wulansari, Spesialis Herbal Teh Benalu, di Dusun Pasinan, Desa Cepokolimo, Kabupaten Mojokerto tersebut dihadiri oleh jajaran DPD LIRA, Sekretaris Daerah (Sekda), tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendekar seni pencak silat, serta ratusan tamu undangan dari berbagai wilayah.
Dalam kegiatan sosial tersebut, Bunda Wulansari memberikan santunan dan bingkisan kepada 80 anak yatim piatu, kaum dhuafa, serta para janda yang membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan sholat berjamaah, dilanjutkan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk memohon keselamatan, keberkahan, kesehatan, serta kedamaian bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Suasana berlangsung penuh kekhusyukan dan kebersamaan, mencerminkan nilai-nilai spiritual yang menjadi makna penting dalam peringatan Satu Suro.

Perwakilan DPD LIRA yang hadir menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Seni Pencak Silat & Bantengan Suronogo serta Bunda Wulansari atas terselenggaranya kegiatan yang sarat nilai sosial dan keagamaan tersebut. Menurutnya, kegiatan santunan kepada anak yatim piatu, kaum dhuafa, dan para janda merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.
“Momentum Satu Suro bukan hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujar salah satu perwakilan DPD LIRA.
Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut mencapai puncaknya pada pukul 12.00 WIB dan berlangsung hingga selesai dalam suasana tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. Ratusan masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir acara.
Selain kegiatan santunan dan doa bersama, para tamu undangan juga disuguhkan hiburan budaya berupa penampilan Seni Pencak Silat dan Bantengan Suronogo yang menjadi daya tarik tersendiri. Penampilan tersebut sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya tradisional yang diwariskan oleh para leluhur.
Melalui kegiatan ini, Paguyuban Seni Pencak Silat & Bantengan Suronogo berharap peringatan Satu Suro dapat terus menjadi momentum untuk mempererat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta melestarikan nilai-nilai budaya dan keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat. Red (srh).