
Sidoarjo, Pointernews.id | 18 Desember 2024 – Warga Perum Renojoyo Blok P No. 33, Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, di kejutkan dengan kabar tragis seorang pria berinisial AS (23) yang ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri pada hari Selasa pagi (17/12) sekira pukul 08.00 WIB.
Menurut keterangan Ngatimun (Orang Tua korban), sekira pukul 08.30 WIB korban sudah terlihat gelisa mondar mandir keluar masuk rumah, Namun sama orang tuanya di biarkan saja tidak memiliki kecurigaan akan terjadi bunuh diri. Pukul 09.30 WIB Ngatimun masuk ke dalam rumah dan melihat Korban sudah dalam kondisi leher tergantung di pintu dapur dalam kondisi masih lemas.
Korban sempat tertolong, di saat Ngatimun mencari bantuan di tetangga setempat dan di lakukan tindakan pertama oleh Sdr. Wahyudi (pegawai Puskesmas Jabon) dengan cara Resutasi jantung paru, pertolongan pertama yang di lakukan untuk mengembalikan fungsi pernafasan, namun Korban tidak selamat dan di nyatakan Meninggal dunia.
Pukul 10.00 WIB, Sdr. Ngatimun melaporkan kejadian ini ke pukesmas terdekat di Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, untuk memastikan dan melakukan pengecekan ulang oleh pihak petugas Puskesmas, dan hasilnya di nyatakan meninggal dunia oleh Dr. Andri.
Warga sekitar menyebutkan bahwa AS dikenal sebagai pria pendiam yang akhir-akhir ini jarang bersosialisasi. “Dia sempat bercerita kalau sudah tidak kuat dengan penyakitnya, kami mencoba memberi semangat, tapi ternyata dia menyimpan beban yang berat,”ujar seorang tetangga.

Pihak Aparat dari Anggota Polsek porong dan Babinsa Koramil 0816/04 porong tiba di TKP, kemudian pihak polsek porong melaporkan kejadian bunuh diri ini ke Polresta Sidoarjo. Anggota Polresta Sidoarjo beserta anggota Inavis tiba di lokasi kejadian, dan di laksanakan olah TKP oleh pihak Inavis Polresta Sidoarjo, namun pihak keluarga menolak di karenakan pihak keluarga tidak menyetujui dilakukannya Visum oleh petugas Inavis Polresta Sidoarjo, dan keluarga membuat surat pernyataan penolakan otopsi dan ditanda tangani oleh pihak keluarga.
Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Kedungsolo. Warga berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi dan meminta perhatian lebih terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat sekitar. Red (Harianto).