Sidoarjo, Pointernews.id | 24 Juni 2025 — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Cabang (BPC) Kabupaten Sidoarjo secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2025–2030. Bertempat di Pendopo Delta Wibawa, pada Selasa (24/06/2025), pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen sektor perhotelan dan restoran dalam mendukung kemajuan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua BPD PHRI Jawa Timur, H. Dwi Cahyono, S.E., serta dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati, S.KM., M.Kes., Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih, Kepala DPMPTSP Sidoarjo Rudi Setiawan, S.STP., M.Si., M.H., Kasatpol PP Sidoarjo Drs. Yany Setyawan, perwakilan instansi pemerintahan, asosiasi hotel, sekolah perhotelan, serta anggota PHRI BPC Sidoarjo. Sebanyak 19 anggota resmi dikukuhkan sebagai pengurus baru yang akan menjalankan amanah hingga tahun 2030.
Dengan mengusung tagline “Mendorong Pariwisata, Menggerakkan Ekonomi”, kepengurusan baru PHRI BPC Sidoarjo menegaskan kesiapannya untuk membawa organisasi ini menjadi pendorong utama pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Ketua BPD PHRI Jawa Timur H. Dwi Cahyono, S.E. dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar kepengurusan yang baru mampu memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha perhotelan dan restoran dengan pemerintah daerah.
“Sinergi antara PHRI dan pemerintah daerah sangat penting. Kita ingin sektor ini tumbuh tidak hanya untuk industri, tapi juga membawa manfaat besar bagi masyarakat dan ekonomi lokal,” ujarnya.
Ketua PHRI BPC Sidoarjo terpilih, M. Oelil Albab, dalam sambutannya menyampaikan amanah yang ia emban bukan semata jabatan, tetapi bentuk panggilan untuk turut membangun Sidoarjo melalui sektor hospitality.
“Dengan rasa rendah hati dan penuh tanggung jawab, saya menerima amanah ini. Ini bukan sekadar jabatan struktural, tapi panggilan untuk berkontribusi nyata dalam memajukan sektor perhotelan dan restoran di Sidoarjo,” ungkap Oelil.
Ia menyoroti posisi strategis Sidoarjo yang dikelilingi kota-kota besar seperti Surabaya, Mojokerto, dan Pasuruan serta memiliki akses langsung ke Bandara Internasional Juanda dan infrastruktur jalan tol. Potensi besar ini menurutnya belum tergarap maksimal.
“Sektor pariwisata kita memang membaik, namun butuh dorongan lebih besar. Hospitality bukan hanya bisnis, tapi penggerak ekonomi lokal. Kontribusinya terhadap PAD Sidoarjo sangat besar, maka kami berkomitmen menjadikannya sektor andalan,” tegasnya.
Ketua PHRI BPC Sidoarjo 2025–2030 juga menyampaikan berbagai program prioritas: Inovasi layanan dan pengelolaan hotel & restoran, Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi, Digitalisasi promosi pariwisata secara kolaboratif melalui media sosial dan platform online, Kemitraan dengan UMKM lokal, agar produk lokal dapat bersinergi dengan industri hospitality.
“Kami siap bersinergi mempromosikan pariwisata Sidoarjo, meningkatkan SDM, serta menggandeng UMKM agar naik kelas bersama industri perhotelan dan restoran,” jelas Oelil.
Di hadapan jajaran pejabat daerah, Oelil menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan sektor ini.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan regulasi seperti penyederhanaan perizinan usaha, dukungan anggaran untuk promosi wisata dan event, serta kolaborasi dalam kegiatan resmi daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan industri lokal dalam promosi wisata dan penyelenggaraan kegiatan daerah harus menjadi agenda bersama. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, stakeholder, dan masyarakat, sektor pariwisata Sidoarjo diyakini akan tumbuh lebih kuat dan inklusif.
Dengan dikukuhkannya pengurus baru PHRI BPC Sidoarjo, diharapkan akan hadir semangat baru yang mampu membawa industri perhotelan dan restoran Sidoarjo ke arah yang lebih progresif dan berdampak nyata. Kolaborasi yang solid antara sektor swasta dan pemerintah daerah diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjadikan Sidoarjo sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
“Kami percaya, dengan tekad bersama dan dukungan dari seluruh pihak, PHRI akan menjadi penggerak utama dalam menjadikan pariwisata Sidoarjo sebagai pilar ekonomi yang kuat dan berdaya saing tinggi,” pungkas Oelil dengan penuh semangat. Red (ppn/ynr).