Sidoarjo, Pointernews.id | 17 Agustus 2025 – Suasana haru, kehangatan, dan semangat kebangsaan menyelimuti lantai 4 ruang J423 Dayeh University, Taiwan, pada Sabtu malam (16/08). Di negeri rantau, para siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo yang sedang mengikuti Summer Camp 2025 menggelar Malam Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan penuh keakraban dan rasa syukur.
Acara dibuka meriah oleh dua pembawa acara muda, Farah Aurellia Prasetya dan Keira Aeriona Susanto, yang memandu kegiatan dengan semangat tinggi. Keduanya menciptakan suasana hangat dan komunikatif sejak awal, membangkitkan semangat nasionalisme yang terasa hingga akhir acara.
Seluruh peserta kemudian berdiri tegak dan khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti dengan lagu Sang Surya dan Hymne Smamda. Gema lagu Indonesia Raya yang berkumandang di ruang kampus luar negeri itu menghadirkan rasa haru dan kebanggaan tersendiri, mengingatkan bahwa jiwa Indonesia tetap hidup di mana pun anak-anak bangsa berada.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Smamda, Arief Hanafi, mengajak seluruh peserta untuk merenungkan makna kemerdekaan yang sejati. Ia menegaskan pentingnya mensyukuri kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata para pahlawan bangsa.
“Kita harus sepenuhnya bersyukur atas kemerdekaan ini. Di negara lain, seperti Palestina, masih ada penjajahan hingga saat ini. Kita bisa belajar, beribadah, dan berkumpul dengan tenang, sementara saudara-saudara kita di sana hidup dalam ketakutan dan kekurangan. Ini adalah nikmat luar biasa yang harus kita isi dengan hal-hal baik,” ucap Arief Hanafi.
Beliau juga mengutip pesan Presiden Soekarno, mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam negeri sendiri.
“Penjajah paling sulit adalah bangsa sendiri. Maka dari itu, mengisi kemerdekaan dengan sikap bertanggung jawab, kerja keras, dan semangat gotong royong adalah bentuk perjuangan kita hari ini,” tambahnya.
Kehangatan acara semakin lengkap dengan kehadiran Aqilas Vierdhan, mahasiswa S3 asal Padang yang kini menjadi Commissioner International Foundation Dayeh University, sekaligus penghubung antara Smamda dan kampus Dayeh University. Aqilas menyampaikan kegembiraannya bisa hadir secara langsung dalam momen spesial ini.
“Saya belum sempat bertemu adik-adik Smamda saat pembukaan Summer Camp karena sedang bertugas di Indonesia. Maka malam ini adalah kesempatan yang istimewa dan membahagiakan bagi saya pribadi,” ujarnya penuh antusias.
Usai sambutan, seluruh hadirin kembali berdiri menyanyikan lagu Hari Merdeka, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Beberapa siswa tampak bergandengan tangan sambil menyanyikan lagu nasional dengan riang, menandakan eratnya persaudaraan yang tumbuh selama kegiatan di luar negeri ini.
Acara dilanjutkan dengan doa bersama, foto bersama, dan ramah tamah yang penuh suasana kekeluargaan. Dua tumpeng besar yang telah disiapkan secara simbolis diserahkan kepada Aqilas Vierdhan, sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan. Pendamping kegiatan, Khoirul Umam, tampak aktif mengabadikan setiap momen hangat tersebut.
Malam pun ditutup dengan makan malam bersama, diiringi lantunan lagu-lagu nasional yang dinyanyikan oleh para peserta dengan suka cita. Tak sedikit siswa yang secara spontan berdendang, menjadikan suasana semakin akrab dan meriah.
Tasyakuran HUT ke-80 RI di Taiwan bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi momen refleksi, penguatan nilai kebangsaan, serta bentuk nyata rasa syukur atas kemerdekaan yang dimiliki Indonesia. Di negeri orang, semangat Merah Putih tetap bergema, mempererat tali persaudaraan, memperkuat identitas nasional, dan menumbuhkan cinta tanah air di hati generasi muda.
Semoga semangat kebersamaan, nasionalisme, dan amanah perjuangan ini terus hidup di setiap langkah para peserta Summer Camp, menjadi bekal berharga dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Merdeka! Red (adm/ynr).