Sidoarjo, Pointernews.net | 8 November 2025 — Peristiwa tragis menimpa seorang pelajar asal Kabupaten Sidoarjo. Seorang siswa SMA Nurul Ikhlas yang juga santri Pondok Nurul Ikhlas, Desa Sepande, Kecamatan Candi, dilaporkan tenggelam di Sungai Kutuk, wilayah Sidokare, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di area Sungai Kapasan, perbatasan Dusun Banjarpoh, Desa Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo, tak jauh dari warung Bakso Gangsar. Saat kejadian, kondisi cuaca sedang hujan deras. Korban bersama empat temannya berada di sekitar sungai.
Menurut keterangan saksi, korban yang diketahui bernama Ahmad Daffa Anil Haq (17), warga Waru, sempat bermain bersama tiga temannya — Muhammad Haikal Nugraha, Muhammad Sahal, dan Wira Efendi, yang juga pelajar kelas 11 SMA Nurul Ikhlas. Dua di antara mereka sempat turun terlebih dahulu untuk mengecek kedalaman air. Setelah diketahui sungai memiliki kedalaman lebih dari dua meter dan arus cukup deras, mereka melarang korban ikut mandi. Namun, tanpa diduga, korban justru melompat lebih dahulu ke sungai.
Rekan korban sempat berusaha menolong, namun karena arus deras dan korban tidak bisa berenang, upaya penyelamatan tidak berhasil. Ahmad Daffa pun terseret arus dan menghilang.
Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Sidoarjo, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan Basarnas segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Namun, karena kondisi cuaca tidak memungkinkan, pencarian sempat dihentikan pada malam hari.
“Pencarian dilakukan sejak korban dilaporkan tenggelam pada Jumat sore, namun sempat dihentikan malam harinya. Pagi Sabtu (8/11/2025) pencarian kembali dilanjutkan dengan menerjunkan empat perahu karet,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sidoarjo Kota, Iptu Junaedi.
Sekitar pukul 12.55 WIB, jenazah korban akhirnya ditemukan mengapung sekitar 1 kilometer dari lokasi awal kejadian. Tim segera mengevakuasi jasad korban ke RSUD R. Notopuro Sidoarjo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kabar meninggalnya Ahmad Daffa Anil Haq meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sekolah, serta lingkungan Pondok Pesantren Nurul Ikhlas. Pihak sekolah menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta doa agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
“Daffa adalah anak yang sopan, rajin, dan disayangi teman-temannya. Kami semua merasa sangat kehilangan,” ujar salah satu guru SMA Nurul Ikhlas dengan nada haru.
Pihak pesantren juga mengimbau kepada seluruh santri untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di sekitar sungai atau tempat berisiko tinggi saat musim hujan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kita semua, terutama para orang tua, guru, dan masyarakat, untuk terus mengingatkan anak-anak agar selalu waspada terhadap bahaya di sekitar lingkungan, terutama di area sungai dan saat kondisi cuaca ekstrem.
Semoga almarhum Ahmad Daffa Anil Haq mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diterima segala amal ibadahnya, dan diampuni segala kesalahannya.
Kepada tim gabungan BPBD, Basarnas, Polsek Sidoarjo Kota, dan seluruh warga yang turut membantu pencarian, masyarakat menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras, kepedulian, serta dedikasi mereka dalam proses evakuasi.
Mari bersama-sama menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan empati antarwarga. Dengan semangat kebersamaan dan doa tulus, semoga tidak ada lagi peristiwa serupa yang menimpa anak-anak bangsa di kemudian hari. Red (tim).