Sidoarjo, Pointernews.net | 16 Juni 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang prima, responsif, inklusif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Senin (15/6/2026) pagi.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Pelayanan Publik yang Responsif, Inklusif, Transparan, dan Berorientasi pada Kepuasan Masyarakat” tersebut berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga media massa.
Forum tersebut dihadiri oleh Pembina Kualitas Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, S.KM., M.Kes., perwakilan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo, Ikatan Penyuluh, rumah sakit, unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi, Kabag Organisasi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, serta jajaran DP3AKB Kabupaten Sidoarjo.
Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Sidoarjo, Heni Kristiani, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik merupakan amanat peraturan perundang-undangan sekaligus sarana strategis untuk membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan publik.
Pelaksanaan forum ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik, serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik di Lingkungan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.
“Forum ini bertujuan utama untuk menjaring masukan, saran, serta rekomendasi langsung dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Berbagai masukan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di bidang keluarga berencana, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Sidoarjo,” ujar Heni Kristiani.
Ia menjelaskan, pihaknya mengundang sekitar 50 peserta yang merepresentasikan berbagai unsur penting dalam ekosistem pelayanan publik. Unsur-unsur tersebut meliputi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan, perwakilan PPA Polresta Sidoarjo, Ikatan Penyuluh, rumah sakit, unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta rekan-rekan media.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang partisipatif dan berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi lintas sektor, berbagai tantangan pelayanan diharapkan dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara bersama-sama.
“Secara rinci target dan sasaran program pelayanan DP3AKB difokuskan pada perempuan, anak, keluarga, remaja, lansia, serta masyarakat luas yang bersinergi dengan berbagai instansi mitra,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, DP3AKB Kabupaten Sidoarjo juga memaparkan sejumlah capaian kinerja pelayanan yang telah berhasil diwujudkan sepanjang tahun 2026, di antaranya:
– Pelayanan Pengaduan Perempuan dan Anak mencapai 149 kasus.
– Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) aktif sebanyak 361 kelompok.
– Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) aktif sebanyak 316 kelompok.
– Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) aktif sebanyak 337 kelompok.
– Rumah Data Kependudukan aktif sebanyak 346 unit.
– Edukasi dan sosialisasi terlaksana sebanyak 30 kegiatan.
Atas berbagai upaya pelayanan yang telah dilakukan, DP3AKB Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 95,48 pada tahun 2026. Capaian tersebut menempatkan kualitas pelayanan DP3AKB dalam kategori “Sangat Baik”, sekaligus menjadi indikator tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.
Heni Kristiani menegaskan bahwa seluruh masukan yang diperoleh dalam Forum Konsultasi Publik tidak akan berhenti sebagai bahan diskusi semata. Seluruh saran, kritik, dan rekomendasi telah dituangkan dalam berita acara dan akan ditindaklanjuti secara konkret melalui penyusunan rencana aksi perbaikan pelayanan.
“Seluruh masukan yang didapat dalam forum ini telah dituangkan ke dalam berita acara dan akan disusun menjadi rencana tindak lanjut nyata demi menyelaraskan standar pelayanan dengan dinamika kebutuhan masyarakat ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, menyampaikan apresiasi atas komitmen DP3AKB dalam membuka ruang partisipasi publik sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap forum seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu menjadi sarana evaluasi, inovasi, serta penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, DP3AKB Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, akuntabel, transparan, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Semangat kolaborasi dan amanah pelayanan yang diemban diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Kabupaten Sidoarjo yang lebih ramah perempuan, layak anak, serta berketahanan keluarga.
DP3AKB Kabupaten Sidoarjo berharap hasil Forum Konsultasi Publik dapat menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan instansi terkait, pelayanan yang diberikan diharapkan semakin cepat, tepat, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi, komitmen, dan kerja bersama, DP3AKB Kabupaten Sidoarjo optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat perlindungan perempuan, pemenuhan hak anak, pemberdayaan keluarga, serta mewujudkan masyarakat Sidoarjo yang lebih sejahtera, berdaya, dan berkeadilan. Red (dny/ynr).