
Surabaya, Pointernews.id | 20 Januari 2025 – Makam Sunan Bungkul yang terletak di kawasan Surabaya Selatan menjadi salah satu destinasi cagar budaya yang kaya akan nilai sejarah dan religius. Sunan Bungkul, yang merupakan salah satu Wali Songo yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di Jawa Timur, meninggal dunia dan dimakamkan di tempat ini, menjadikan makam tersebut sebagai salah satu situs religi yang banyak dikunjungi peziarah, baik dari dalam kota maupun luar kota.
Makam Sunan Bungkul, selain memiliki nilai spiritual, juga memiliki daya tarik historis yang tinggi. Sunan Bungkul dikenal sebagai seorang ulama besar yang tidak hanya memperkenalkan ajaran Islam, tetapi juga memainkan peran penting dalam penyebaran budaya Islam di Jawa Timur. Keberadaannya sangat dihormati oleh masyarakat sekitar dan menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi mereka yang ingin mendapatkan berkah dan keberkahan spiritual.
Makam ini memiliki arsitektur yang khas dan dikelilingi oleh taman yang asri, menciptakan suasana yang hening dan khusyuk. Setiap tahun, ribuan peziarah datang untuk berziarah, berdoa, dan merenung, menjadikan tempat ini tidak hanya sebagai makam tetapi juga sebagai pusat pengingat sejarah dan budaya.
Seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung, pihak pengelola destinasi ini juga memberlakukan sejumlah larangan dan peraturan untuk menjaga kelestarian makam serta kenyamanan pengunjung. Adapun beberapa larangan dan peraturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung adalah sebagai berikut:
1. Larangan Merokok
Dilarang keras merokok di area sekitar makam untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
2. Pakaian Sopan dan Menutupi Aurat
Pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan dan menutupi aurat saat berkunjung ke makam, mengingat tempat ini adalah situs religius dan sakral.
3. Dilarang Berbuat Keributan
Pengunjung diminta untuk menjaga ketenangan selama berada di area makam dan tidak membuat keributan yang dapat mengganggu ketenangan peziarah lainnya.
4. Dilarang Membawa Makanan dan Minuman ke Area Makam
Untuk menjaga kebersihan dan kesakralan tempat, membawa makanan atau minuman ke area makam dilarang.
5. Membawa Barang Terlarang
Barang-barang yang berpotensi merusak lingkungan, seperti benda tajam, bahan peledak, dan narkoba, dilarang keras dibawa masuk ke area makam.
6. Larangan Membakar Menyan Atau Dupa
Pengunjung dilarang membawa dupa karena di anggap sebagai pertanda buruk dan ritual mistis yang menjurus syirik juga tidak diperbolehkan.
7. Larangan Pakai Sepatu Dan Sandal
Pengunjung di mohon lepas sepatu dan sandal karena bisa membawa bakteri dan kotoran yang berbahaya bagi kesehatan.

Pemerintah Kota Surabaya memberikan dukungan penuh dalam pelestarian situs cagar budaya ini. Berbagai program seperti renovasi dan pemeliharaan rutin dilakukan untuk menjaga keindahan dan kelestarian makam Sunan Bungkul. Pemerintah juga bekerjasama dengan berbagai komunitas lokal dan organisasi keagamaan untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan di sekitar makam, yang semakin meningkatkan kunjungan wisatawan.
Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya juga menyediakan fasilitas publik yang memadai, seperti tempat parkir, pusat informasi wisata, dan fasilitas kebersihan yang menjamin kenyamanan pengunjung.
Selain dukungan dari pemerintah, banyak komunitas religi dan masyarakat sekitar yang berperan aktif dalam menjaga kelestarian makam Sunan Bungkul. Mereka secara rutin melakukan gotong-royong untuk menjaga kebersihan area makam dan memastikan tempat tersebut tetap menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para peziarah.
Komunitas-komunitas ini juga mengadakan berbagai kegiatan keagamaan dan ziarah bersama yang melibatkan masyarakat luas, baik untuk memperingati hari-hari besar agama maupun untuk meningkatkan pemahaman spiritual di kalangan masyarakat.
Makam Sunan Bungkul terbuka untuk umum. Setiap orang yang ingin berziarah atau sekadar mengunjungi untuk menikmati keindahan dan ketenangan tempat ini dipersilakan, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Banyak pengunjung datang dengan tujuan religi, sementara sebagian lainnya datang untuk mengenal lebih dekat sejarah penyebaran Islam di Jawa Timur.
Namun, pengunjung diharapkan untuk menghormati tata tertib dan peraturan yang berlaku di makam, serta menjaga sikap yang sopan dan menghargai tempat yang sedang mereka kunjungi. Keberadaan tempat ini sangat penting untuk melestarikan sejarah dan budaya yang ada di Surabaya.
Makam Sunan Bungkul adalah salah satu destinasi budaya yang penuh dengan karisma, baik dari segi spiritual maupun sejarah. Dengan peraturan yang ketat dan dukungan dari berbagai pihak, tempat ini terus menjadi destinasi yang sangat dihormati oleh masyarakat. Di masa depan, diharapkan tempat ini tetap terjaga kelestariannya sebagai situs budaya dan religi yang penting bagi generasi yang akan datang. Red (Pipin).