Sidoarjo, Pointernews.id | 16 Februari 2025 – Balongdowo, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, menggelar acara tahunan yang sangat dinantikan, yakni Ruwah Desa. Tahun ini, acara yang diadakan di balai desa setempat menghadirkan berbagai kegiatan yang memupuk semangat gotong royong, kerukunan, dan solidaritas antarwarga. Di awal acara, yaitu pagelaran wayang kulit, pada hari jum’at (14/2), dihadirkan sebagai wujud budaya yang dilestarikan dengan penuh semangat.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu penting. Di antaranya adalah Kepala Desa Balongdowo, Bapak Amiril Mukminin, yang memberikan sambutan hangat pada acara tersebut, beserta Jajaran Perangkat Desa, Ketua RT dan RW setempat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Selain itu, hadir pula Ketua Panitia Ruwah Desa, Bapak Yatim, (Ketua Panitia), yang menjadi salah satu tokoh yang berperan penting dalam kesuksesan acara. Dalang kondang Ki Anom Sudarmaji, dari Mojokerto, juga turut hadir dan memeriahkan acara dengan membawakan pagelaran wayang kulit yang memikat para warga. Para warga desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat lainnya juga turut hadir meramaikan acara tersebut.
Kepala Desa Balongdowo, Bapak Amiril Mukminin, menyampaikan pesan yang penuh makna untuk masyarakat desa. Beliau menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. “Ruwah desa ini bukan hanya sebagai bentuk tradisi, tetapi juga sebagai momentum untuk mengingatkan kita akan pentingnya gotong royong, kerukunan, dan keharmonisan dalam masyarakat. Sebagai warga desa, kita harus terus menjaga kebersamaan dan saling membantu satu sama lain, karena itulah inti dari kehidupan bermasyarakat yang baik,” ujar Bapak Amiril dalam sambutannya.
Dalam keterangan Ketua Panitia Ruwah Desa, Bapak Yatim menyampaikan kegiatan acara ruwat desa merupakan salah satu kegiatan adat yang mencerminkan kebersamaan dan rasa syukur atas Rahmat yang telah diberikan Allah SWT, pelestarian adat budaya ruwat desa yang sudah berjalan turun temurun sebagai bentuk pelaksanaan kegiatan yang bisa di maknai selametan desa atau sedekah menolak balak, menjauhkan dari musibah, dan bersilaturrahmi antar warga, menciptakan kerukunan di masyarakat.
Dalam rasa syukur atas lancarnya acara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa persiapan yang matang serta dukungan penuh dari masyarakat menjadi kunci suksesnya acara Ruwah Desa Balongdowo tahun ini. “Acara ini adalah wujud kebersamaan kita. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung, baik dari segi materi maupun semangat. Semoga melalui acara ini, kita bisa semakin memupuk rasa kekeluargaan dan menjaga ketentraman di desa kita,” ujar Bapak Yatim.
Pagelaran wayang kulit yang menjadikan acara Ruwah Desa kali ini disuguhkan oleh dalang kondang Ki Anom Sudarmaji, Mojokerto. Dalam pagelaran ini, Ki Anom menceritakan kisah-kisah dari pewayangan yang mengandung banyak nilai kehidupan. Acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan moral yang sangat relevan bagi kehidupan masyarakat desa, seperti pentingnya menjaga kejujuran, amanah, dan kerukunan. Masyarakat yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti jalannya pagelaran, yang berlangsung hingga larut malam.
Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat setempat. Mereka menganggap acara ini sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal dan juga sebagai ajang untuk memupuk rasa kebersamaan. Ruwah Desa Balongdowo menjadi simbol betapa pentingnya kerja sama dan kebersamaan dalam kehidupan sosial. Berbagai elemen masyarakat menyampaikan pesan yang serupa, bahwa acara ini harus terus dilestarikan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya dan mempererat hubungan antarwarga.
Harapan besar juga disampaikan oleh para tokoh yang hadir dalam acara ini. Semoga melalui kegiatan Ruwah Desa ini, masyarakat Balongdowo, dapat terus menjaga kerukunan, ketentraman, dan menjaga amanah satu sama lain. Kepala Desa Balongdowo menambahkan, “Kita harus terus menjaga tradisi ini agar tidak hanya menjadi sebuah acara tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat ikatan antara warga desa, mempererat tali persaudaraan, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.”
Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Ruwah Desa Balongdowo tahun 2025 ini berlangsung meriah dan penuh makna. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas yang tergambar dalam acara ini menjadi bukti bahwa masyarakat Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Semoga acara ini dapat terus dilestarikan dan menjadi contoh bagi desa lainnya untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Red (Hadi).