Sidoarjo, Pointernews.id | 19 Juni 2025 – Di tengah padatnya rutinitas sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar atau yang akrab disapa Gus Jazuk, menunjukkan komitmen luar biasa terhadap misi kemanusiaan. Pada Kamis, 19 Juni 2025, Gus Jazuk menyisihkan waktu khusus untuk terjun langsung ke lapangan, menyambangi rumah-rumah warga kurang mampu di Kecamatan Jabon dalam rangkaian program Sidoarjo Peduli.
Berbeda dari penyaluran bantuan yang kerap dilakukan secara seremonial, kali ini Gus Jazuk mengusung pendekatan door to door. Ia mendatangi satu per satu rumah penerima manfaat, khususnya para lansia yang hidup dalam keterbatasan dan kondisi terlantar. Total tujuh lansia berusia di atas 65 tahun menerima langsung bantuan biaya fakir dari Baznas Sidoarjo.
Adapun para penerima manfaat yang dikunjungi secara langsung oleh Gus Jazuk antara lain: Ibu Djaimah dari Desa Jemirahan, Bapak Joyo dari Desa Balongtani, Ibu Ngatimah dari Desa Semambung, Ibu Fatemah dari Desa Jemirahan, Mbah Sumidah dari Dusun Kademangan, Desa Jemirahan, Ibu Musalma dan Bapak Jainuri dari Desa Kedungcangkring.
Dengan penuh empati dan kehangatan, Gus Jazuk berinteraksi langsung, mendengarkan keluh kesah mereka, dan menyerahkan bantuan secara personal. “Bantuan biaya fakir ini merupakan bentuk kepedulian kami bagi para lansia yang memang sangat membutuhkan perhatian khusus,” ungkapnya saat menyapa salah satu penerima manfaat.
Ia juga menambahkan, “Dengan mendatangi mereka secara langsung, kami ingin memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak dan mereka merasa dihargai sebagai bagian penting dari masyarakat kita.”
Program bantuan biaya fakir ini merupakan agenda rutin Baznas Sidoarjo, khusus ditujukan untuk warga lanjut usia yang hidup dalam kondisi sulit, tidak memiliki penghasilan tetap, dan kerap tinggal sendirian. Sebelum bantuan disalurkan, setiap calon penerima manfaat menjalani proses assessment menyeluruh untuk menjamin distribusi zakat tepat sasaran, transparan, dan bertanggung jawab.
Kehadiran Baznas Sidoarjo di tengah masyarakat memberikan harapan baru bagi mereka yang kerap terpinggirkan. Salah satu penerima manfaat, Ibu Djaimah dari Desa Jemirahan, tak kuasa menahan haru. “Saya sangat bersyukur atas perhatian ini. Bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari saya,” ujarnya lirih.
Langkah nyata Baznas Sidoarjo ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya sekadar kewajiban, melainkan juga panggilan kemanusiaan. Melalui interaksi langsung, rasa peduli dan solidaritas pun tumbuh. Lebih dari sekadar memberikan bantuan finansial, Gus Jazuk dan tim Baznas menghadirkan harapan serta semangat hidup baru bagi para lansia yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Semangat yang dibawa Baznas Sidoarjo dalam program Sidoarjo Peduli ini diharapkan terus menjadi inspirasi dan teladan. Amanah yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab ini mencerminkan bahwa kekuatan zakat bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana ia menjadi solusi nyata bagi persoalan sosial di tengah masyarakat.
Dengan keteladanan seperti ini, Sidoarjo tak hanya membangun wilayahnya secara fisik, tetapi juga memperkuat fondasi sosial yang lebih manusiawi dan berkeadilan. Red (el/ynr).