Sidoarjo, Pointernews.id | 20 Juni 2025 — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui peningkatan keamanan produk pangan segar yang beredar di pasaran. Produk pangan segar seperti buah, sayur, ikan, dan daging kini diawasi lebih ketat guna memastikan terbebas dari residu pestisida, antibiotik, maupun bahan berbahaya seperti formalin.
Sebagai bentuk nyata upaya tersebut, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan edukasi dan pendampingan keamanan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (19/06). Acara ini melibatkan puluhan pedagang pasar tradisional, pedagang ikan, pemilik toko modern, serta seluruh kepala UPT pasar tradisional dari 18 kecamatan di Sidoarjo.
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., yang menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menjamin keamanan pangan di setiap rantai pasok secara terpadu.
“Penyelenggaraan keamanan pangan bertujuan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu, dan bergizi. Oleh karena itu, pengawasan pangan segar oleh pelaku usaha sangat penting agar produk yang sampai ke masyarakat benar-benar layak konsumsi,” ujar Bupati Subandi.
Ia menegaskan bahwa pendampingan keamanan pangan segar asal tumbuhan merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat sebagai konsumen. Bupati Subandi juga mengimbau kepada produsen, pelaku usaha, dan masyarakat agar lebih memperhatikan mutu dan keamanan pangan segar yang mereka konsumsi maupun perdagangkan.
“Saya berharap seluruh yang hadir dalam kegiatan ini menjadi lebih peduli dan siap menjalankan amanah ini sesuai dengan peran dan kompetensi masing-masing,” tambahnya dengan penuh semangat.
Kegiatan ini juga melibatkan puluhan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Para mahasiswa diajak untuk terlibat aktif dalam proses pendampingan dan edukasi keamanan pangan di lapangan, sebagai bagian dari kontribusi generasi muda dalam menciptakan ekosistem pangan yang sehat dan berkualitas.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Dr. Eni Rustianingsih, ST., MT., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengawasan terhadap pangan lokal semakin penting di tengah membanjirnya produk pangan impor di pasar.
“Produk pangan lokal harus mampu bersaing, bukan hanya dari sisi harga, tapi juga kualitas dan keamanan. Oleh karena itu, sejak Januari hingga Juni, kami melakukan sosialisasi dan pengambilan sampel produk pangan segar sebagai bagian dari pengawasan PSAT,” jelas Eni.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi konsumen cerdas dengan memilih pangan yang aman dan sehat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa keamanan pangan adalah hak dasar masyarakat dan bagian dari tanggung jawab negara. Melalui program pendampingan PSAT ini, pemerintah berharap semua pelaku usaha pasar hingga konsumen memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
“Mari kita jaga bersama kualitas pangan lokal agar tetap unggul dan aman. Ini adalah bagian dari perlindungan kita terhadap masa depan generasi dan kesehatan masyarakat,” pungkas Bupati Subandi.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, Pemkab Sidoarjo optimis mampu menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan. Ini adalah amanah yang harus dijalankan bersama demi masa depan yang lebih baik. Red (sgn/ynr).