Sidoarjo, Pointernews.id | 25 Juni 2025 — Suasana duka menyelimuti warga Desa Sumokali, Kecamatan Candi, dan Desa Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo. Seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun, bernama Fatih, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran sungai Afvour Sidokare, Dusun Kutuk, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu sore, 25 Juni 2025.
Fatih, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, sebelumnya dilaporkan hilang saat sedang bermain di bibir sungai Banjarpoh, tak jauh dari rumah neneknya. Anak tersebut merupakan warga Dusun Nyamplung, Desa Sumokali, Kecamatan Candi, dan tengah mengunjungi rumah neneknya di Banjarpoh, Desa Banjarbendo, saat kejadian nahas itu terjadi.
Kronologi sementara menyebutkan bahwa korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai saat bermain tanpa pengawasan orang dewasa. Keluarga sempat mencari keberadaan Fatih dengan penuh cemas, namun hingga sore hari, keberadaannya belum juga ditemukan.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 15.45 WIB, seorang pengamen yang melintas di sekitar aliran sungai Afvour Sidokare — tepatnya di Dusun Kutuk — melihat sesosok tubuh mengambang di permukaan air. Setelah didekati, ternyata itu adalah tubuh bocah laki-laki yang sudah tidak bernyawa. Jenazah kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Porong, Kabupaten Sidoarjo, untuk penanganan lebih lanjut dan proses identifikasi.
Kabar ini sontak mengundang rasa duka mendalam dari masyarakat, aparat desa, dan warga sekitar. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat mereka bermain di area yang berisiko tinggi seperti sungai.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian ananda Fatih. Semoga keluarga diberi kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Allah lebih mencintainya,” ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Sumokali.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat, khususnya bagi keluarga korban. Namun di tengah kedukaan, masyarakat sekitar menunjukkan solidaritas yang tinggi, hadir memberikan pelukan hangat, dukungan moril, dan doa-doa untuk almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
Musibah ini membuka mata semua pihak untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan masing-masing. Lingkungan alam seperti sungai, meski tampak tenang, menyimpan bahaya yang nyata, terutama bagi anak-anak yang belum menyadari risiko di sekitarnya.
Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pengingat untuk terus mengasah kewaspadaan, mempererat pengawasan, dan saling menjaga anak-anak di lingkungan kita. Sekecil apapun perhatian yang diberikan, dapat menjadi penyelamat kehidupan.
Kita semua mendoakan agar almarhum ananda Fatih husnul khatimah, mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga diberi keteguhan hati, kesabaran tanpa batas, dan kekuatan lahir batin untuk menghadapi ujian yang berat ini.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Fatih adalah bintang kecil yang kembali kepada Sang Pencipta. Ia hadir sebentar di dunia, namun meninggalkan cinta dan kenangan yang abadi.”Red (sgn/ynr).