Sidoarjo, Pointernews.id | 9 Juli 2025 — Senyum sumringah dan sorot mata penuh harapan menyelimuti ruang kelas SDN Temu 2, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Selasa pagi, (08/07/2025). Puluhan siswa dan orang tua larut dalam momen haru saat menerima bantuan biaya pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo. Gelak tawa anak-anak berpadu dengan isak haru para orang tua, menciptakan atmosfer yang penuh syukur dan kebahagiaan.
Dalam kegiatan penyaluran yang berlangsung hangat dan penuh makna ini, 19 siswa dari dua sekolah dasar di Kecamatan Prambon menerima bantuan pendidikan secara langsung. Mereka terdiri dari 10 siswa SDN Kedungkembar dan 9 siswa SDN Temu 2. Setiap siswa didampingi oleh orang tua masing-masing, memberikan nuansa personal dan mendalam yang tak hanya menyentuh sisi administratif, tetapi juga emosional.
“Kami ucapkan beribu terima kasih bisa mendapatkan alokasi bagi siswa-siswi SDN ini. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga mereka,” ujar Hendra Pranata, Plt Kepala Sekolah SDN Temu 2, penuh syukur.
Wajah-wajah ceria anak-anak terus mengembang di setiap antrian, saat mereka bersama orang tuanya menandatangani bukti penerimaan bantuan. Sebuah momen yang sederhana, namun sarat makna — bukan sekadar formalitas, melainkan simbol hidupnya kembali semangat dan asa, di tengah tekanan ekonomi yang tak sedikit dirasakan oleh keluarga mereka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Baznas Sidoarjo dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, melalui optimalisasi dana zakat, infaq, dan sedekah yang telah dipercayakan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa belum bisa meng-cover seluruh kebutuhan siswa-siswi di semua sekolah, namun kami terus berupaya agar penyalurannya selalu tepat dan cepat,” ungkap Sofwan, Staf Amil Pelaksana Baznas Sidoarjo yang juga alumni Pondok Pesantren Al-Falah, Kediri.
Pernyataan Sofwan mencerminkan tantangan riil yang dihadapi lembaga zakat di tengah keterbatasan sumber daya dan tingginya kebutuhan masyarakat. Namun semangat untuk memberi manfaat secara maksimal kepada penerima tidak pernah surut.
Penyaluran kali ini memiliki keunikan tersendiri. Pendekatan humanis dengan melibatkan orang tua secara langsung tidak hanya memastikan transparansi, tetapi juga memberi dampak psikologis positif. Orang tua merasa dilibatkan, dihargai, dan didengar — menjadikan momen ini sebagai penguat moral dan emosional bagi seluruh keluarga.
Di balik senyum polos anak-anak dan binar mata para orang tua, terpancar amanah besar yang sedang ditunaikan Baznas: menghadirkan harapan dan membuka peluang bagi masa depan yang lebih cerah.
Setiap rupiah dari dana zakat yang disalurkan adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa, ditanamkan melalui pendidikan anak-anak Indonesia. Baznas Sidoarjo membuktikan bahwa zakat bukan hanya kewajiban religius, tapi juga alat pemberdayaan sosial yang konkret dan berdampak.
Melalui bantuan pendidikan ini, diharapkan beban ekonomi keluarga penerima bisa sedikit berkurang. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi suntikan semangat agar para siswa terus berprestasi dan tidak menyerah pada keadaan.
“Kami berharap program ini bisa terus berjalan, menjangkau lebih banyak sekolah dan siswa. Pendidikan adalah kunci masa depan, dan anak-anak ini adalah harapan kita semua,” tambah Sofwan dengan penuh harap.
Dengan semangat gotong-royong dan kepedulian sosial, Baznas Sidoarjo kembali membuktikan bahwa kebaikan kecil bisa menjadi perubahan besar. Dari ruang kelas sederhana di Prambon, terbitlah harapan baru yang menguatkan tekad untuk terus menebar manfaat dan mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia.
Baznas Sidoarjo Wujudkan Mimpi Pendidikan Anak-anak Prambon — Karena Semua Anak Berhak Bermimpi dan Meraihnya. Red (el/ynr).