Mojokerto, Pointernews.id | 2 Agustus 2025 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk membangun masa depan yang lebih terstruktur dan mandiri semakin nyata. Bertempat di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., atau yang akrab disapa Gus Barra, menerima kunjungan tim perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pada Jumat (1/8/2025).
Dalam kunjungan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut, Gus Barra didampingi oleh jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Mojokerto. Pertemuan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian survei dan koordinasi awal terhadap rencana pemanfaatan tanah di wilayah Kecamatan Mojosari yang diproyeksikan sebagai lokasi Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang baru.
“Perencanaan ini bukan sesuatu yang tiba-tiba. Bahkan sejak masa kepemimpinan Bupati Mahmud Zein di periode 1990-2000, wacana pemindahan Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto sudah mulai dibicarakan. Artinya ini sudah melewati sembilan periode kepemimpinan,” ungkap Gus Barra.
Saat ini, Kantor Pemkab Mojokerto masih berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 16, yang secara administratif berada di wilayah Kota Mojokerto. Hal ini menyebabkan Kabupaten Mojokerto belum memiliki pusat pemerintahan atau “kapital” yang representatif.
“Ini menjadi tekad dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Kami ingin punya ibu kota atau pusat pemerintahan sendiri. Wilayah Mojosari menjadi opsi yang strategis secara geografis, aksesibilitas, dan potensi pengembangan wilayah,” tegas Gus Barra penuh semangat.
Kunjungan dari pihak BRMP menunjukkan dukungan dari pemerintah pusat terhadap langkah besar ini. Asrul Koes, perwakilan BRMP Provinsi Jawa Timur, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan komunikasi dan koordinasi lanjutan dengan Kementerian Pertanian baik di tingkat provinsi maupun nasional untuk mempercepat tahapan realisasi rencana tersebut.
“Terkait rencana lokasi baru Pemkab Mojokerto, kami dari BRMP juga memiliki target nasional, seperti pengadaan benih. Tahun ini saja Jawa Timur ditargetkan produksi 136 ton. Tapi kami sudah berdiskusi dengan atasan. Jika persetujuan segera disahkan oleh Kepala Badan, maka pengadaan tanah untuk kantor Pemkab baru ini bisa dimulai pada tahun 2026,” ujar Asrul.
Rencana pemindahan kantor ini bukan sekadar pemindahan fisik, namun juga menjadi simbol kemandirian, modernisasi, dan tata kelola pemerintahan yang lebih terfokus dan terpusat. Gus Barra menegaskan bahwa langkah ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan kehatian-hatian, sinergi, dan dukungan lintas sektor.
“Kita bukan hanya memindahkan bangunan. Kita sedang membangun sejarah, membangun masa depan. Kantor pemerintahan adalah pusat arah pembangunan, pusat pelayanan, dan pusat kendali kebijakan. Maka kami ingin tempat itu hadir di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Mojokerto sendiri,” tutur Gus Barra dengan penuh semangat.
Kunjungan BRMP ini juga mencerminkan model kolaborasi ideal antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyambut terbuka dukungan dari seluruh kementerian dan lembaga dalam membangun pondasi infrastruktur pemerintahan yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah awal yang telah dilakukan, diharapkan pada tahun 2026 proses pengadaan tanah dan pembangunan Kantor Pemerintahan Kabupaten Mojokerto bisa dimulai.
“Kami berharap masyarakat juga ikut mendukung dan mengawal proses ini. Pusat pemerintahan yang baru nanti bukan hanya milik birokrasi, tapi milik rakyat Mojokerto seluruhnya,” tutup Gus Barra.
Dengan semangat melayani, membangun, dan memajukan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto bertekad untuk menjadikan perpindahan kantor pemerintahan sebagai momentum transformasi daerah. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam merealisasikan Mojokerto yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat. Red (srh).