Sidoarjo, Pointernews.id | 6 Agustus 2025 — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berbenah dan melahirkan berbagai terobosan dalam bidang kesehatan dan lingkungan hidup, sebagai wujud nyata komitmen mewujudkan Kabupaten Sehat. Berbagai inovasi dan program layanan berbasis masyarakat terus diperkuat, termasuk peluncuran aplikasi SiCantik (Sidoarjo Cegah Anak Stunting), layanan sedot tinja berkala, dan gerakan “Jihad Rawat Kali”.
Semua langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya Sidoarjo untuk meraih Swasti Saba Wistara, penghargaan tertinggi dalam program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri RI.
Dalam kegiatan Zoom Meeting Verifikasi Kabupaten Sehat bersama tim pusat, Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., memaparkan berbagai capaian dan program unggulan di hadapan para verifikator dari Kemenkes dan Kemendagri, bertempat di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (05/08/2025).
“Jihad Rawat Kali adalah gerakan bersama dalam menjaga kebersihan sungai yang melibatkan OPD, komunitas, dan masyarakat. Kita kolaborasikan kekuatan lintas sektor dalam semangat hexahelix,” ujar Bupati Subandi.
Bupati Subandi menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo terus memperkuat implementasi Sembilan Tatanan Kabupaten Sehat, yang menjadi indikator penilaian Swasti Saba Wistara, yakni: 1. Kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, 2. Kawasan tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, 3. Kawasan industri dan perkantoran sehat, 4. Kawasan pariwisata sehat, 5. Ketahanan pangan dan gizi, 6. Kehidupan masyarakat sehat mandiri, 7. Kehidupan sosial yang sehat, 8. Kawasan tanpa rokok (KTR), 9. Penanganan bencana dan kesiapsiagaan darurat.
“Kami optimis Kabupaten Sidoarjo akan menjadi kabupaten sehat. Kami berhasil menurunkan angka stunting dari 3,17 persen menjadi 2,24 persen, dan juga meraih predikat Kabupaten Open Defecation Free (ODF) atau bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS),” tegasnya.
Sejumlah inovasi menjadi unggulan dalam mewujudkan tatanan tersebut. Mulai dari SiCantik yang fokus pada pencegahan stunting anak berbasis aplikasi, layanan sedot tinja terjadwal untuk mendukung sanitasi sehat, hingga pembinaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pengembangan pasar sehat, dan sekolah ramah anak.
Selain itu, pelayanan terhadap penderita TBC, akses Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di pasar-pasar bagi pekerja informal, serta keberpihakan terhadap disabilitas dan lansia menjadi poin penting dalam strategi Pemkab.
“Penghargaan Wistara bukan semata-mata soal apresiasi, tapi bentuk komitmen kami untuk menciptakan lingkungan hidup yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Sidoarjo,” kata Bupati Subandi.
Upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam meraih Swasti Saba Wistara dan mewujudkan Kabupaten Sehat selaras dengan berbagai regulasi nasional, antara lain: UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Permenkes No. 44 Tahun 2014 tentang Manajemen Puskesmas. Permenkes No. 43 Tahun 2019 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Permendagri No. 54 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat. Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmi Herawati Yuwantina, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Forum Kabupaten Sehat aktif melakukan monitoring dan pembinaan secara berkala ke lapangan.
“Kami terus dorong agar sembilan tatanan kabupaten sehat bisa terpenuhi. Inovasi seperti penguatan desa siaga, penataan KTR, hingga pengolahan limbah domestik yang ramah lingkungan sudah kita jalankan,” ungkap dr. Lakhsmi.
Tak hanya sektor kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan BPBD turut terlibat aktif dalam gerakan ini. Camat, lurah, dan kepala desa juga diminta aktif bersinergi dalam pelaksanaan program-program kabupaten sehat di wilayah masing-masing.
Bupati Subandi kembali mengingatkan bahwa capaian ini bukan sekadar mengejar predikat, melainkan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan amanah kepemimpinan daerah.
“Swasti Saba Wistara adalah bukti keseriusan kita dalam mewujudkan Sidoarjo sebagai Kabupaten Sehat. Tapi lebih dari itu, ini soal pelayanan — bagaimana masyarakat bisa hidup lebih baik,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar agar seluruh perangkat daerah menjaga komitmen bersama demi menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.
Dengan sinergi lintas sektor, dukungan komunitas, serta inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung, Sidoarjo optimis meraih Swasti Saba Wistara. Lebih dari itu, langkah-langkah ini menjadi pondasi kuat menuju pembangunan kesehatan yang berkelanjutan dan inklusif. Red (el/ynr).