Pasuruan, Pointernews.id | 13 Agustus 2025 — Dua orang mahasiswa dari Universitas Brawijaya sukses mempresentasikan hasil kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) mereka yang telah dilaksanakan di UPT Balai Air Payau dan Laut (BAPL) Pasuruan, Jawa Timur. Presentasi tersebut digelar di Aula Rhizopora, UPT BAPL Pasuruan, pada hari Rabu, 13 Agustus 2025.
Kegiatan PKL berlangsung selama lebih dari sebulan, sejak tanggal 1 Juli hingga 5 Agustus 2025, dan menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara dunia pendidikan tinggi dan institusi pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang budidaya perikanan berkelanjutan.
Seminar dibagi menjadi dua sesi utama yang disampaikan oleh masing-masing mahasiswa, yaitu:
- Teknik Pembesaran Udang Vanname Skala Nursery Pond. Pada sesi ini, mahasiswa memaparkan tahapan teknis budidaya udang vanname mulai dari: Persiapan kolam pembibitan (nursery pond), Penebaran benur, Manajemen pakan, Pengelolaan kualitas air, Manajemen kesehatan udang.
- Analisis Dinamika Nitrogen pada Budidaya Udang Vanname dengan POC (Pupuk Organik Cair).
Kegiatan ini juga menyoroti monitoring kualitas lingkungan budidaya, yang menjadi kunci penting dalam menjaga kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang secara optimal.
Sesi ini membahas: Pengaruh senyawa nitrogen (amonia, nitrit, nitrat) terhadap kesehatan dan produktivitas udang. Peran dan risiko penggunaan Pupuk Organik Cair (POC). Strategi menjaga kestabilan parameter kualitas air. Pengaruh POC terhadap dinamika unsur hara dan mikroorganisme dalam ekosistem kolam.
Presentasi ini mendapatkan respon positif dan antusiasme tinggi dari mahasiswa lain yang hadir sebagai penonton. Sesi tanya jawab berlangsung aktif, mencerminkan semangat belajar dan saling berbagi ilmu antarmahasiswa.
Kegiatan PKL ini merupakan bentuk implementasi nyata dari kolaborasi antara UPT BAPL Pasuruan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, dan Universitas Brawijaya dalam mendukung program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kedisiplinan mahasiswa selama pelaksanaan PKL. Ini bukan hanya tentang laporan, tapi juga bagaimana mereka menginternalisasi ilmu praktis di lapangan,” ujar salah satu pembimbing dari UPT BAPL.
Pihak UPT juga berharap bahwa pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk lebih siap dalam menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di sektor perikanan budidaya yang semakin berkembang dan menuntut inovasi ramah lingkungan.
Kegiatan ini sesuai dengan dasar hukum dan peraturan akademik serta kemitraan antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah, antara lain:
- Permendikbudristek No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Pasal 18 Ayat (3): “Praktik kerja lapangan termasuk dalam bentuk pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning) yang wajib difasilitasi oleh perguruan tinggi.”
- Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pasal 5 Ayat (2): Pendidikan tinggi harus menghasilkan lulusan yang menguasai keterampilan kerja nyata yang relevan dengan dunia usaha dan dunia industri.
- Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2021 tentang Tata Kelola Pendidikan Tinggi. Mendorong sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan perguruan tinggi dalam mendukung program vokasi dan profesional.
Seminar hasil PKL ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga sarana penguatan kapasitas teknis mahasiswa serta transfer pengetahuan praktis dari laboratorium ke lapangan.
“Presentasi ini menjadi bekal awal kami memahami kompleksitas budidaya udang secara lebih menyeluruh. Semoga ke depan kami dapat berkontribusi lebih nyata di sektor ini,” ujar salah satu mahasiswa peserta PKL.
Pihak UPT BAPL berpesan agar para mahasiswa: Terus mengembangkan kompetensi teknis dan analitis, Menjaga etika profesi dan integritas ilmiah, Berani berinovasi, terutama di bidang pakan alternatif dan pengelolaan limbah budidaya.
Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan akan lahir lebih banyak kolaborasi pendidikan yang mengarah pada penguatan sektor perikanan yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan. Seminar PKL mahasiswa Universitas Brawijaya ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara dunia akademik dan praktisi lapangan dapat melahirkan solusi inovatif dan aplikatif.
“Kita harapkan hasil PKL ini tidak berhenti sebagai laporan akhir, melainkan menjadi landasan pengembangan teknologi budidaya yang efisien dan ramah lingkungan,” tutup panitia seminar. Red (ns).