Pasuruan, Pointernews.id | 13 Agustus 2025 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas peternak dan mendorong efisiensi sistem produksi ternak, Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan bersama Fakultas Peternakan menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Kambing dan Domba di wilayah Purwosari. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peternak terpilih dari berbagai kelompok ternak binaan.
Program pelatihan ini menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Rini Dwi Wahyuni, M.Sc., S.Pt., MP dan Ir. Wike Andre Septian, S.Pt., M.Si., yang memberikan materi mendalam terkait formulasi pakan, efisiensi ransum, hingga teknik budidaya hijauan pakan ternak (HPT) berbasis leguminosa.
Acara dibuka oleh perwakilan Dinas Peternakan, Pak Saefi, yang memberikan amanah dan dorongan kuat untuk kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, dan kelompok peternak.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan langsung di lapangan, agar peternak bisa menerapkan formulasi pakan yang efisien dan tepat guna,” ujar Pak Saefi.
Sesi teori diawali dengan pengenalan jenis-jenis hijauan pakan ternak dan leguminosa yang sesuai dengan agroekosistem Pasuruan. Materi menekankan aspek: Karakteristik nutrisi & palatabilitas, Produktivitas biomassa, Toleransi terhadap kekeringan, Teknik budidaya dan rotasi panen.
Peserta dikenalkan pada konsep “forage bank” atau kebun pakan berkelanjutan berbasis leguminosa penetap nitrogen. Strategi ini bertujuan menekan biaya pakan jangka panjang dan menjaga pasokan hijauan sepanjang musim.
“Leguminosa lokal yang tepat dapat menekan biaya pakan hingga 20% serta memperbaiki kesuburan tanah, sehingga sistem produksi menjadi lebih berkelanjutan,” jelas Rini Dwi Wahyuni.
Sesi selanjutnya berfokus pada formulasi pakan konsentrat untuk kambing dan domba. Narasumber memandu peserta menghitung kebutuhan nutrisi berdasarkan: Fase fisiologis ternak: pertumbuhan, bunting, laktasi, penggemukan, Rasio energi–protein, Kandungan serat, mineral, dan vitamin, serta Biaya per unit nutrien.
“Kunci efisiensi adalah memahami kebutuhan ternak di setiap fase produksi, bukan sekadar memberikan pakan yang ada,” tegas Ir. Wike Andre Septian.
“Dengan formulasi tepat, hasilnya akan terlihat pada pertumbuhan dan performa reproduksi.”
Pada sesi praktikum, peserta dilatih: Menimbang bahan pakan secara presisi, Mencampur dengan urutan premiks–mineral → energi–protein, Menjaga homogenitas campuran (durasi mixing), Menerapkan biosekuriti pakan: sanitasi alat, ventilasi penyimpanan, dan sistem FIFO (first in, first out).
Praktikum ditutup dengan uji kualitas sederhana meliputi: Kandungan air, Tampilan fisik dan keseragaman partikel, Mitigasi mikotoksin melalui pengeringan dan penggunaan pengikat jika diperlukan.
Pihak Dinas menegaskan bahwa pelatihan ini akan berlanjut dalam bentuk: Pendampingan klinik pakan di tingkat kelompok, Pembuatan demplot hijauan–leguminosa, Monitoring kualitas ransum di kandang anggota.
Dari pihak kampus, tim pengajar membuka layanan konsultasi dan uji ransum berbasis bahan lokal.
“Kami ingin agar hasil belajar tidak berhenti sebagai teori, tapi langsung diimplementasikan di kandang anggota,” terang tim akademisi.
Target program ini antara lain: Tersusunnya ransum standar sesuai fase produksi, Terbentuknya kebun pakan leguminosa di setiap kelompok, Peningkatan feed efficiency dan performa reproduksi.
Program ini sejalan dengan amanat: UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (jo. UU No. 41 Tahun 2014). PP No. 6 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Peternak dan Kesejahteraan Hewan. Permen Pertanian No. 48/Permentan/PK.210/11/2016 tentang Pakan.
Dalam peraturan tersebut ditegaskan bahwa: Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan teknis, pendampingan, dan pelatihan kepada peternak. Peternak berhak memperoleh akses informasi, teknologi, dan inovasi. Penekanan pada efisiensi produksi dan keberlanjutan sistem peternakan.
Melalui Sekolah Lapang Kambing-Domba di Purwosari ini, diharapkan muncul peternak-peternak yang mampu menyusun pakan berkualitas dengan biaya terkontrol, serta menjadikan usaha peternakan rakyat lebih produktif dan berkelanjutan.
“Peternakan maju dimulai dari kandang yang efisien. Mari kita wujudkan sistem produksi yang berbasis ilmu pengetahuan, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi,” pesan panitia menutup kegiatan. Red (ns).