Sidoarjo, Pointernews.net | 12 November 2025 — Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga Ahmad Daffa Anil (17), pelajar kelas XI SMA asal Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, yang meninggal dunia akibat musibah tenggelam di Sungai Kutuk, wilayah Sidokare, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.
Peristiwa nahas itu terjadi di area Sungai Kapasan, perbatasan Dusun Banjarpoh, Desa Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo, tak jauh dari warung Bakso Gangsar. Kejadian tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi teman-teman sekolah dan lingkungan sekitar almarhum yang dikenal sebagai sosok ramah, sopan, dan berprestasi.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral, Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, berkunjung langsung ke rumah duka di Desa Tambakrejo pada Senin (10/11/2025). Kehadiran beliau disambut hangat oleh kedua orang tua almarhum, M. Nasrudin dan Nur Lailatul, beserta keluarga besar.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian putra terbaik Sidoarjo. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Wabup Mimik Idayana dengan penuh haru.
Wabup juga memberikan dukungan moril serta menyampaikan amanah penting kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam menghadapi musim penghujan.
“Saya berpesan kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya saat bermain di luar rumah. Sungai dan saluran air yang tampak tenang bisa menjadi bahaya tersembunyi ketika debit air meningkat,” imbuhnya.
Beliau menegaskan bahwa kewaspadaan bersama merupakan kunci untuk mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang.
“Mari kita jadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih peduli dan waspada terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Nur Lailatul, ibu almarhum, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Wakil Bupati serta seluruh pihak yang turut memberikan dukungan.
“Terima kasih kepada Ibu Hj. Mimik Idayana yang telah datang dan peduli kepada keluarga kami. Mohon doanya agar anak kami diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dan diterima amal ibadahnya,” ujarnya penuh haru.
Diketahui, almarhum Ahmad Daffa Anil merupakan anak kedua dari lima bersaudara, dan selain bersekolah, juga menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Desa Sepande. Sosoknya dikenal tekun belajar, sopan terhadap guru, serta memiliki semangat tinggi dalam menimba ilmu.
Kepergian Ahmad Daffa meninggalkan duka yang mendalam, namun juga menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran keselamatan di lingkungan masyarakat. Wabup Mimik Idayana berharap, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan dengan penuh semangat dan keikhlasan.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga senantiasa diberi kekuatan. Dari setiap musibah, ada hikmah dan amanah untuk kita semua agar lebih berhati-hati, saling menjaga, dan memperkuat rasa kepedulian di tengah masyarakat,” tutupnya. Red (sgn/ynr).