Mojokerto, Pointernews.net | 8 Desember 2025 — Kedunglengkong, Suasana khidmat menyelimuti Makam Umum Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, saat LBH Djawa Dwipa bersama LKH Barracuda menggelar Rutinan Doa, Istighosah, dan Khotmil Qur’an yang ke-19, Minggu 7 Desember 2025
Kegiatan yang dipimpin oleh Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. ini tidak hanya menjadi ajang memperkuat iman melalui bacaan Al-Qur’an, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian bersama dengan mendoakan para korban musibah banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatra.
Sebagai Penanggung Jawab Kegiatan, Hadi Purwanto menegaskan bahwa istiqomah merupakan kunci utama dalam menjalankan amalan-amalan kebaikan.
“Istiqomah berarti konsisten dan teguh menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. Syiar agama adalah upaya kita menyebarkan ajaran Islam agar semakin banyak yang memahami dan mengamalkannya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa berbakti kepada orang tua dan leluhur yang telah tiada adalah bagian penting dari ajaran Islam.
“Kita dapat melakukannya dengan mendoakan mereka, mengikuti jejak kebaikan mereka, dan menjaga tali silaturahmi keluarga,” pesannya.
Penasihat kegiatan Ustaz Mukid turut memberikan tausiyah. Ia berharap kegiatan rutinan ini dapat terus berjalan dan menjadi wasilah kebaikan bagi semua jamaah.
“Khotmil Qur’an kali ini adalah putaran ke-19. Ini bukan hal mudah. Semua yang hadir di sini, insyaAllah adalah orang-orang yang dipanggil oleh Allah,” ucapnya.
Ustaz Mukid juga mengingatkan agar para hadirin tidak berkecil hati meskipun kegiatan dihadiri oleh jumlah yang tidak terlalu besar.
“Jangan sampai niat kita terpengaruh oleh siapa yang memimpin. Ini bukan kegiatan pribadi, tetapi kegiatan umum untuk leluhur kita. Jika pun dihadiri segelintir orang, insyaAllah tetap berjalan dan akan dirindukan oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada Hadi Purwanto atas konsistensinya dalam mengawal kegiatan ini.

Penasihat jemaah K.H. Hasan Mathori dalam ceramahnya mengajak seluruh jamaah untuk turut mendoakan para korban banjir di Aceh dan Sumatra.
“Semoga mereka yang wafat mendapatkan surga tanpa hisab, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Bencana ini adalah ujian dari Allah,” tuturnya.
Ia mengingatkan agar umat muslim tidak takut pada musibah, karena semuanya adalah ketetapan Allah yang bisa dihindari dengan memperbanyak selawat, dzikir, serta doa bersama.
Acara Khotmil Qur’an ke-19 ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Grup Selawat Al Haddad Djawa Dwipa, memohon keselamatan, keberkahan, serta ampunan bagi para leluhur dan seluruh kaum muslimin, termasuk para korban musibah di Aceh dan Sumatra.
Kegiatan berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, dan menjadi pengingat pentingnya menjaga istiqomah dalam syiar Islam serta kepedulian terhadap sesama. Semoga rutinitas ini terus membawa keberkahan bagi masyarakat Dusun Banjarsari dan sekitarnya. Red (srh).