Sidoarjo, Pointernews.net | 22 Desember 2025 — Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2025–2030 resmi ditetapkan melalui Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (21/12/2025).
Konfercab tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, yang sekaligus membacakan Surat Keputusan Rekomendasi DPP PDI Perjuangan tentang penetapan pimpinan DPC PDIP Sidoarjo.
Dalam keputusan tersebut, DPP PDI Perjuangan menetapkan tiga unsur pimpinan DPC, yakni: Hari Yulianto sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Raymond Tara Wahyudi sebagai Sekretaris, Hj. Kasipah sebagai Bendahara.
Konsolidasi Lima Tahunan dan Penyegaran Organisasi
MH Said Abdullah menjelaskan bahwa Konfercab merupakan agenda konsolidasi lima tahunan yang memiliki makna strategis bagi partai. Konfercab tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga sarana reposisi dan penyegaran kepengurusan di seluruh tingkatan organisasi.
“Perubahan berjalan sangat cepat. Kader dan kepengurusan harus adaptif, kreatif, dan inovatif dalam menjalankan roda organisasi serta program perjuangan PDI Perjuangan,” tegas MH Said Abdullah.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar responsif terhadap perkembangan zaman, dinamika sosial, serta kebutuhan rakyat, tanpa meninggalkan nilai ideologis Pancasila dan Trisakti Bung Karno.
Kepengurusan DPC PDI Perjuangan Sidoarjo periode 2025–2030 terdiri dari 21 kader dengan latar belakang yang beragam, mulai dari aktivis partai, profesional, akademisi, praktisi kebudayaan, hingga pelaku ekonomi kreatif. Komposisi ini juga memuat unsur perempuan, sebagai wujud komitmen partai terhadap kesetaraan dan keterwakilan gender.
Sikap Politik dan Mitra Kritis Pemerintah Daerah
Ketua DPC PDIP Sidoarjo, Hari Yulianto, menyampaikan bahwa selain penetapan kepengurusan, Konfercab juga menghasilkan sejumlah rekomendasi organisasi, meliputi sikap politik, konsolidasi struktur, serta program kerja.
Untuk sikap politik, DPC PDIP Sidoarjo tegak lurus mengikuti kebijakan DPP PDI Perjuangan secara nasional. Sementara di tingkat lokal, PDIP Sidoarjo menegaskan posisinya sebagai mitra kritis Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana.
“Sebagai mitra, kami mendukung program pemerintah kabupaten untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun jika tidak berjalan sebagaimana mestinya, kami akan memberikan kritik, baik secara terbuka maupun melalui petugas partai di DPRD Sidoarjo,” ujar Hari Yulianto.
Konsolidasi hingga Desa dan Program Kerakyatan
Hari Yulianto yang juga Anggota DPRD Jawa Timur menjelaskan bahwa konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan serta desa/kelurahan dijadwalkan berlangsung pada Januari–April 2026, mengikuti agenda nasional PDI Perjuangan.
Program-program kerakyatan akan dirumuskan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat Sidoarjo, serta disinkronkan dengan program nasional partai. Ia memastikan bahwa program kepartaian tetap berjalan meski dalam masa transisi kepengurusan.
“Selama masa transisi ini, Baguna PDI Perjuangan tetap siaga membantu masyarakat korban bencana,” jelasnya.
Sebagai contoh, Baguna PDIP Sidoarjo bergerak cepat dalam evakuasi santri korban runtuhnya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, serta membuka dapur umum dan menyalurkan logistik bagi warga Desa Kedungbanteng yang terdampak banjir pada awal Desember 2025.
Pelaksanaan Konfercab dan penetapan kepengurusan ini berlandaskan: Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PDI Perjuangan, serta keputusan dan rekomendasi resmi DPP PDI Perjuangan.
Amanah kepengurusan ini diharapkan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas ideologis, dan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil.
Dengan formasi kepengurusan baru, DPC PDI Perjuangan Sidoarjo diharapkan mampu menjadi kekuatan politik yang solid, responsif, dan membumi, serta terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo.
Semangat gotong royong, keberanian menyuarakan kebenaran, dan konsistensi sebagai partai wong cilik menjadi harapan utama agar PDIP Sidoarjo tetap dipercaya rakyat dan berperan aktif dalam pembangunan daerah lima tahun ke depan. Red (sgn/ynr).