Sidoarjo, Pointernews.net | 22 Desember 2025 — Keluhan masyarakat atas buruknya kondisi Jalan Lingkar Timur Sidoarjo yang bergelombang, retak, serta dipenuhi lubang kecil maupun besar akhirnya mendapat respons cepat dari Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana. Hal tersebut disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) lapangan di Jl. Lingkar Timur wilayah Desa Prasung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin, 22 Desember 2025.
Dalam sidak tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, S.Sos., MM., MT., Camat Buduran Suprayitno, S.STP., M.HP., serta Kepala Desa Prasung M. Syafi’i.
Perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, yang menegaskan bahwa pemerintah wajib menjamin tersedianya jalan yang laik fungsi demi keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Selain itu, pembangunan ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola dan meningkatkan infrastruktur demi kesejahteraan rakyat.
Tidak ingin keluhan masyarakat berlarut-larut tanpa solusi, Wakil Bupati Sidoarjo langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dan lobi ke pemerintah pusat guna memperoleh dukungan anggaran perbaikan jalan.
“Saya banyak mendapat keluhan masyarakat soal kondisi Jalan Lingkar Timur yang bergelombang dan banyak lubang. Makanya saya koordinasi dengan pemerintah pusat untuk bisa membantu perbaikan dan peningkatan jalan,” ujar Hj. Mimik Idayana.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Dari koordinasi yang dilakukan, Wakil Bupati Sidoarjo mendapatkan dukungan (support) dari Anggota DPR RI Andi Aras, yang kemudian diteruskan oleh Anggota DPR RI Tommy Wafa dari Dapil Surabaya–Sidoarjo untuk alokasi anggaran pembangunan.
“Dari koordinasi dengan DPR dan pemerintah pusat, kita mendapat dana untuk pengecoran dua arah Jalan Lingkar Timur tahap pertama sebesar Rp37 miliar,” jelas Wakil Bupati.
Dana Rp37 miliar tersebut digunakan untuk pengecoran Jalan Lingkar Timur mulai dari perempatan atau lampu merah Desa Prasung hingga Jalan Raya Buduran sepanjang kurang lebih 1.800 meter.
“Pengecoran dilakukan mulai akhir September 2025 hingga Desember 2025, dan sekarang sudah selesai 100 persen,” tegasnya.
Wakil Bupati menambahkan, pembangunan Jalan Lingkar Timur tidak berhenti pada tahap pertama. Ke depan, akan dilanjutkan tahap dua dan tahap tiga hingga seluruh ruas Jalan Lingkar Timur Kabupaten Sidoarjo selesai dicor beton.
Untuk tahap dua pada tahun 2026, pemerintah pusat kembali mengucurkan anggaran sebesar Rp84 miliar untuk pembangunan jalan beton dari Desa Prasung hingga MPP (Mal Pelayanan Publik) di Blurukidul.
“Ini agar masyarakat bisa tersenyum karena jalan yang dilewati mulus,” ungkapnya penuh semangat.
Menurut Hj. Mimik Idayana, program peningkatan kualitas jalan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan visi dan misi pasangan BAIK saat kampanye Pilkada 2024, yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita terus bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat. Mari kita ciptakan Sidoarjo lebih baik lagi,” tegasnya.
Selain meninjau pembangunan jalan beton, Wakil Bupati Sidoarjo juga meminta agar dilakukan pembangunan drainase di sepanjang jalan tersebut guna menjamin kelancaran aliran air dan mencegah genangan saat musim hujan.
“Pembangunan drainase akan memakai dana APBD dan dimulai tahun 2026, agar tidak ada genangan air saat hujan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menyampaikan bahwa progres pembangunan jalan beton Lingkar Timur tahap pertama telah selesai seluruhnya.
“Untuk kelanjutan pembangunan jalan beton dua arah tahap dua, yakni mulai Prasung hingga MPP Blurukidul, direncanakan akan dikerjakan sekitar Mei 2026,” jelasnya.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Pusat, dan DPR RI, pembangunan Jalan Lingkar Timur diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta menjadi amanah pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Red (dny/ynr).