Sidoarjo, Pointernews.net | 7 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan industri kreatif daerah melalui penyelenggaraan Pameran Tanggulangin Fair 2026 yang digelar pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Pasar Wisata Tanggulangin. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan hasil kerajinan kulit unggulan khas Tanggulangin, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra industri kulit terbesar di Jawa Timur.
Selain sebagai sarana promosi, pameran ini juga mempertemukan keahlian para perajin kulit lokal dengan perkembangan teknologi industri manufaktur modern. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas, kapasitas produksi, serta daya saing produk kerajinan kulit Tanggulangin di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Pameran Tanggulangin Fair 2026 dibuka secara langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Moh. Bahrul Amig, S.Sos., M.M., Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Abdillah Nasih, S.M., para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Camat Tanggulangin Arie Prabowo, S.STP., M.PSDM., serta tamu spesial dari CEO PT Honsheng International Trading yang diwakili oleh Ibu Louise selaku produsen peralatan jahit otomatis.
Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan bahwa sebagai sentra industri kulit yang telah dikenal luas, Tanggulangin memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, khususnya pada sektor UMKM. Melalui penyelenggaraan Tanggulangin Fair 2026, para perajin diberikan ruang promosi sekaligus edukasi agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan tuntutan produksi yang semakin berkembang.
“Oleh karena itu, penyelenggaraan Tanggulangin Fair 2026 ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat promosi produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi investasi serta pengembangan jaringan pemasaran yang lebih luas,” ungkap Bupati Sidoarjo.
Lebih lanjut, Bupati Sidoarjo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memiliki komitmen yang kuat dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan UMKM dan industri kreatif daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, antara lain fasilitasi promosi produk, pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, serta pengembangan kawasan wisata belanja di Tanggulangin.
“Saya ingin memastikan bahwa Tanggulangin tidak hanya dikenal sebagai sentra kerajinan, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata belanja yang modern, nyaman, dan berdaya saing tinggi. Dengan penguatan sektor ini, diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sidoarjo beserta rombongan juga meninjau langsung stan-stan pameran dan berdialog dengan para perajin serta pelaku UMKM yang turut berpartisipasi. Pameran Tanggulangin Fair 2026 ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 5 hingga 8 Februari 2026.
Sebanyak 55 stan turut meramaikan pameran ini. Dari jumlah tersebut, 30 stan diisi oleh perajin kulit dan aksesoris yang menampilkan berbagai produk unggulan seperti tas, sepatu, jaket, dompet, serta aneka kerajinan kulit khas Tanggulangin. Sementara itu, 25 stan kuliner menyajikan beragam makanan dan minuman, mulai dari kuliner tradisional hingga sajian kekinian yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Salah satu daya tarik utama Tanggulangin Fair 2026 adalah kehadiran peserta dari perusahaan asal Tiongkok (China) yang menghadirkan teknologi industri terkini berupa mesin jahit komputer dan mesin jahit otomatis. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai bentuk transfer pengetahuan kepada perajin lokal mengenai proses produksi yang lebih efisien, presisi, dan konsisten, tanpa menghilangkan nilai seni serta karakter khas produk kulit Tanggulangin.
Pameran ini tidak hanya berorientasi pada transaksi penjualan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan transformasi pengetahuan teknologi. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara tradisi dan teknologi, di mana para perajin tetap mempertahankan kualitas serta ciri khas produknya, namun mulai mengenal dan memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing.
Dengan langkah konkret ini, para perajin Tanggulangin diharapkan mampu naik kelas, memperluas jaringan pemasaran, serta bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang kemitraan bisnis baru, baik dengan pembeli ritel maupun buyer berskala besar, termasuk peluang ekspor.
Melalui penyelenggaraan Tanggulangin Fair 2026, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan amanah dan komitmennya untuk terus hadir, mendukung, dan memberi semangat kepada para pelaku UMKM dan industri kreatif agar terus tumbuh, berinovasi, dan menjadi pilar utama penggerak perekonomian daerah. Red (ely/ynr).