Mojokerto, Pointernews.net | 5 Maret 2026 — Persatuan Wartawan Mojokerto Raya (PWMR) menjalin kerja sama strategis dengan PT. Putra Restu Ibu Abadi (PT. PRIA) dalam bidang publikasi serta pengelolaan limbah B3 dan non-B3. Sinergi ini dibahas dalam kegiatan audiensi yang berlangsung di ruang meeting perusahaan di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (3/3/2026).
Audiensi tersebut disambut langsung oleh Manager Plant PT. PRIA, Mujiono, bersama Manager HRD. Dalam suasana penuh keakraban, jajaran PWMR menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pihak perusahaan yang telah membuka ruang dialog sekaligus memberikan penjelasan rinci terkait sistem dan proses pengelolaan limbah yang diterapkan oleh PT. PRIA.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PWMR berharap ke depan dapat terjalin kerja sama publikasi yang lebih luas, baik dalam bentuk pemberitaan maupun kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara aman dan sesuai regulasi.
“Kami berharap ada sinergi dalam publikasi dan edukasi layanan PT. PRIA agar masyarakat mengetahui manfaat pengelolaan limbah yang aman dan berizin resmi,” ujar salah satu perwakilan PWMR.
Menanggapi hal tersebut, Mujiono mengapresiasi niat baik PWMR. Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan memiliki skema kemitraan bagi pihak yang berperan dalam merekomendasikan penghasil limbah untuk menggunakan layanan pengelolaan di PT. PRIA.
“Bagi hasilnya sebesar 5 persen dari 80 persen nilai jasa. Misalnya, jika penghasil limbah membayar Rp1 juta untuk jasa pengelolaan, maka pihak yang merekomendasikan berhak menerima Rp40 ribu,” jelasnya.
PT. PRIA yang telah beroperasi selama 15 tahun kini memiliki lebih dari 5.200 pelanggan. Perusahaan ini juga mempekerjakan sekitar 600 karyawan lokal serta tenaga ahli dari berbagai daerah di Indonesia.
Mujiono menambahkan bahwa seluruh mesin dan peralatan yang digunakan dalam operasional perusahaan merupakan hasil karya anak bangsa.
“Seluruh mesin dan alat yang digunakan merupakan hasil karya anak negeri. Kami bangga menjadi perusahaan nasional yang tumbuh dari kemampuan sendiri,” ungkapnya.
Secara ekonomi, PT. PRIA mencatatkan omzet sekitar Rp15 miliar setiap bulan, dengan total pengeluaran gaji karyawan mencapai Rp2,5 miliar per bulan. Perusahaan ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah melalui pembayaran pajak hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.
“Kami taat pajak dan seluruh perizinan lengkap dari daerah hingga pusat. Hanya izin pengelolaan atom dan nuklir yang memang tidak kami miliki karena tidak termasuk bidang yang kami kelola,” tegas Mujiono.
Selain fokus pada bisnis, PT. PRIA juga dikenal aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Setiap tahun perusahaan menyalurkan dana sekitar Rp250 juta untuk membantu pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar Lakardowo serta memberikan berbagai bentuk bantuan sosial kepada masyarakat.
Perusahaan juga memiliki program penghargaan bagi karyawan dan tokoh agama teladan, termasuk pemberian hadiah umrah. Selain itu, budaya spiritual juga ditanamkan kepada para karyawan.
“Setiap bulan Ramadan, karyawan berlomba-lomba khatam Al-Qur’an untuk mendapatkan reward Rp6 juta dari owner kami, Bapak H. Tulus Widodo. Ini menjadi bagian dari budaya spiritual di perusahaan,”
10 Anggota PWMR yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku melihat langsung kontribusi sosial yang diberikan PT. PRIA yang kepada masyarakat sekitar.
“Kami melihat sendiri bantuan CSR PT. PRIA bagi masyarakat, seperti pembangunan balai dusun Lakardowo. Dampaknya sangat nyata bagi warga,”
PWMR berharap sinergi yang terjalin ini dapat memperkuat hubungan antara dunia media dan sektor industri, sekaligus mendorong pengelolaan limbah yang lebih profesional, transparan, dan ramah lingkungan. Red (srh).