Mojokerto, Pointernews.net | 9 Mei 2026 | Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, berhasil mencuri perhatian berkat keberhasilannya melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat waktu. Keberhasilan tersebut tak lepas dari strategi unik yang diterapkan Kepala Desa Gunungsari, H. Susanto.
Susanto menerapkan aturan khusus kepada warga, yakni wajib melunasi PBB terlebih dahulu sebelum pelaksanaan tradisi sedekah bumi yang rutin digelar meriah setiap tahun di dua dusun besar Desa Gunungsari. Tradisi tersebut selama ini menjadi budaya yang sangat dijaga masyarakat setempat.
“Sejak awal menjabat, saya sudah memberikan pemahaman kepada warga tentang manfaat dan reward dari pemerintah kabupaten jika desa lunas pajak. Alhamdulillah terbukti pembangunan di desa kami berkembang pesat karena adanya reward lunas pajak setiap tahun,” ujar Susanto.
Menurutnya, pendekatan budaya menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Warga yang ingin mengikuti dan menikmati kemeriahan sedekah bumi diwajibkan menunjukkan bahwa PBB mereka telah lunas.
“Kami tekankan harus lunas pajak dulu baru ada sedekah bumi dengan meriah. Itu sudah menjadi syarat dan kesepakatan bersama warga. Alhamdulillah masyarakat nurut karena sudah menjadi tradisi,” ungkapnya.
Strategi tersebut terbukti berhasil. Warga Desa Gunungsari kini berlomba-lomba membayar pajak tepat waktu agar tradisi tahunan tetap dapat terlaksana dengan meriah. Selain menjaga budaya lokal, langkah itu juga berdampak langsung terhadap pembangunan desa.
Berkat keberhasilannya melunasi PBB, Desa Gunungsari menjadi salah satu desa penerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto dalam Upacara Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Mojokerto, Sabtu (9 Mei 2026).
“Intinya memberikan pemahaman manfaatnya kepada warga. Kalau pajak lunas, ada reward untuk pembangunan desa. Warga juga senang karena sedekah bumi tetap bisa Di rayakan dengan meriah. Red (srh).