Mojokerto, Pointernews.net | 8 Oktober 2026 — Suasana berbeda terlihat di Kantor LBH Djawa Dwipa, Jalan Banjarsari No. 59, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Kantor tersebut mendadak ramai pada Rabu 7 Oktober 2026 malam, saat digelar kegiatan Sholawat & Ngaji Bareng sekaligus santunan bagi anak yatim.

Lantunan sholawat dari Group Al Haddad Djawa Dwipa menggema hingga ke jalan. Puluhan anak yatim tampak menempati shaf bagian depan, sementara ratusan warga mengikuti pengajian dengan khusyuk.
Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Acara ini diinisiasi Advokat Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., dengan mengangkat spirit Surat Al-‘Ashr sebagai landasan kegiatan.
Hadi Purwanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan fungsi sosial kantor hukum di tengah masyarakat.
“Kami ingin mengembalikan makna kantor hukum bukan hanya tempat mengadu masalah, tapi tempat menebar benih manfaat. Hukum itu keadilan, dan keadilan paling dekat adalah memuliakan anak yatim dan menghidupkan sholawat.”
Ia menambahkan, sholawat menjadi salah satu cara untuk menjaga hati agar tetap jernih dalam menjalankan perjuangan membela kebenaran.
“Sholawat adalah cara kami menjaga hati agar tetap jernih membela kebenaran. Semoga ini jadi agenda rutin bulanan,” ujarnya.
Tausiyah pembuka disampaikan Ustaz Mukid. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan kembali tradisi Rasulullah yang senang mengumpulkan para sahabat untuk makan bersama sekaligus bertukar nasihat.
Ia juga menguraikan tentang kemuliaan Rasulullah serta kecintaan beliau kepada umatnya.
“Ketika menerima Kita belum pernah bertemu Rasulullah tapi hati bergetar mendengar namanya, karena jauh lebih dulu beliau merindukan umatnya,” tutur Ustaz Mukid.
Sementara itu, tausiyah K.H. Hasan Mathori menitikberatkan pada pentingnya memuliakan anak yatim. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyakiti maupun menyentak anak yatim.
“Anak yatim butuh kasih sayang. Kalau punya rezeki berikan, kalau belum punya sampaikan maaf dan doakan. Jangan sampai kelaparan. Ayolah dirangkul. Semua orang Islam itu saudara,” pesannya.
Kiai Hasan juga menyampaikan tentang keutamaan merawat janda lanjut usia dan anak yatim. Menurutnya, amal tersebut memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah.
Dalam refleksi sosialnya, ia mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Ia juga menekankan pentingnya menjaga martabat warga ketika menyalurkan bantuan serta memandang sumber daya alam sebagai amanah yang harus dimanfaatkan bagi kemaslahatan umat. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim.
Antusiasme warga terlihat sepanjang acara. Sejumlah masyarakat yang hadir berharap kegiatan keagamaan dan sosial tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin, sehingga Kantor LBH Djawa Dwipa tidak hanya menjadi tempat pelayanan hukum, tetapi juga ruang silaturahmi dan kepedulian sosial bagi masyarakat. Red (srh).